Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Peserta Diklatsar Menwa Meninggal, UNS Deklarasi Anti Kekerasan

Peserta Diklatsar Menwa Meninggal, UNS Deklarasi Anti Kekerasan UNS Deklarasi Anti Kekerasan. ©2021 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Segenap civitas akademika Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, menggelar deklarasi anti kekerasan yang dilakukan secara luring dan daring, di kampus Kentingan, Selasa (2/11). Deklarasi dilakukan pasca meninggalnya Gilang Endi Saputra (21) peserta Diklatar Menwa UNS, Minggu (24/10) lalu.

Rektor UNS, Prof Jamal Wiwoho hadir secara daring dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, segala bentuk kekerasan di kampus yang hingga merenggut nyawa tidak bisa dianggap sebagai kejadian biasa.

"Pada prinsipnya, segala bentuk kekerasan di kampus yang menyebabkan kematian itu kejadian luar biasa. Karena kampus sarat dengan nilai-nilai ilmiah, kejujuran, moralita dan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Jamal mengatakan, penghuni kampus harus menganalisa secara ilmiah dan memecahkan masalah dengan rasional dan bukan tindakan anarkis. Jamal mengaku sangat terkejut dengan peristiwa tersebut. Menurutnya, kejadian tersebut jelas melukai budaya akademik.

"Utamanya kampus yang berkarakter jujur, tangguh dan peduli. Peristiwa yang telah terlanjur terjadi dengan meninggalnya mahasiswa UNS, Gilang Endi Saputra. Marilah kita mendoakan almarhum agar diterima dan diampuni kesalahan dan dosa-dosanya," pintanya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP