Pesawat Twin Otter Hilang Kontak Membawa Beras Bulog dan Satgas Nemangkawi

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pesawat dilaporkan hilang kontak pukul 11.10 WIT. Menurut dia, pesawat itu membawa muatan beras Bulog milik Pemda Kabupaten Puncak.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Pesawat Twin Otter Hilang Kontak Membawa Beras Bulog dan Satgas Nemangkawi
Ilustrasi Pesawat Hilang. ©2015 Merdeka.com

Pesawat jenis Rimbun Air PK-CDC rute Timika-Ilaga hilang kontak, pada Rabu (18/9). Salah satu penumpang pesawat itu adalah seorang personel Tim Satgas Ops Nemangkawi.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pesawat dilaporkan hilang kontak pukul 11.10 WIT. Menurut dia, pesawat itu membawa muatan beras Bulog milik Pemda Kabupaten Puncak.

Burung besi itu lepas landas dari bandara baru Timika pada pukul 10.40 WIT. Pesawat tersebut seharusnya tiba pukul 11.00 WIT.

"Namun sampai saat ini pesawat belum landing di Ilaga, maupun bandara terdekat. Sementara pesawat yang terbang tiga menit sebelumnya yang mengangkut 11 personel Brimob sudah landing di Ilaga dan sudah kembali ke Timika," kata Dedi dalam keterangan tertulis.

Polri hingga kini masih menunggu informasi lanjut dari pihak bandara terkait hilang kontak pesawat Jenis Rimbun Air. Pesawat diawaki Pilot Dasep Sobirin dan co pilot Yudha Tutuco serta Teknis Ujang dan Bharada Hadi Utomo, personel Tim Satgas Ops Nemangkawi.

Sebelumnya, pesawat jenis Twin Otter milik PT Carpediem dilaporkan hilang kontak. Pesawat hilang kontak dalam rute penerbangan Timika-Ilaga sekitar pukul 11.50 Wit.

Kepala Bandara Ilaga, Herman Sujito, mengakui, pesawat dengan nomor penerbangan PK CDC itu terbang dari Timika pukul 10.40 wit dan seharusnya tiba di Ilaga sekitar pukul 11.09 wit.

Pesawat dengan Pilot, Dasep dan co pilot, Yudra serta mekanik Ujang itu membawa satu penumpang yakni Bharada Hadi.

"Hingga kini pesawat tersebut belum ada kontak dengan bandara Ilaga," ujar Herman melalui telepon selularnya. Demikian dikutip dari Antara, Rabu (18/9).

Sementara itu Kepala Bandara Timika, Ambar Suryoko, mengaku pesawat tersebut mengangkut 1.600 kg beras dan saat ini belum diketahui nasibnya.

"Dari informasi yang diterima pencaharian sudah mulai dilakukan," ungkap Ambar yang dihubungi dari Jayapura.

Reporter: Ady Anugrahadi

Rekomendasi