Perwira dan pensiunan Polri nyalon pimpinan KPK, ini kata Kapolri

Jika nantinya lolos, maka yang bersangkutan harus melepaskan jabatannya dan mengundurkan diri dari Polri.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Perwira dan pensiunan Polri nyalon pimpinan KPK, ini kata Kapolri
Pimpinan KPK temui Kapolri. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Kepala Polri Komjen Badrodin Haiti mengatakan, semua orang berhak mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan KPK asalkan memiliki kompetensi dan memenuhi syarat.

Pernyataan Kapolri ini menyusul pendaftaran dua orang perwira aktif dan satu purnawirawan Polri menjadi pimpinan lembaga antirasuah itu."Itu kan hak pribadi. Kita hanya mendorong, yang kita anggap mampu dari segi kompetensi, integritas, kematangan usia, tentu kita dorong tapi masalah mendaftar atau tidak, diserahkan ke pribadi. Lolos atau tidak, urusan pansel," kata Badrodin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6).Polri tidak mempersoalkan anggotanya yang turut mendaftar dan meramaikan bursa calon pimpinan KPK. Dia menegaskan, semua elemen memiliki hak yang sama untuk turut membangun bangsa dengan menjadi calon pimpinan KPK."Polisi tidak ajukan, tapi mendorong seseorang. Semua elemen masyarakat punya hak yang sama, TNI juga boleh. PNS juga boleh. Siapa saja yang penuhi syarat, nanti kan ada seleksi," tegasnya.Lebih lanjut, Badrodin menambahkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya soal lolos atau tidaknya anggota Polri yang mendaftar sebagai calon pimpinan KPK. Jika nantinya lolos, maka yang bersangkutan harus melepaskan jabatannya dan mengundurkan diri dari Polri."Pastilah, harus mengundurkan diri dari dinas Polri. Harus independen," tutupnya.

Rekomendasi