Pertanda apa paus kembali terdampar di Indonesia?
Merdeka.com - Paus dikenal sebagai hewan purba yang sudah ada sejak 50 juta tahun lalu. Setiap perubahan iklim, paus-paus selalu melakukan migrasi dari selatan ke utara.
Seiring dengan perkembangan dunia dan lingkungan sekitarnya, keberadaan Paus semakin punah. Meski demikian, mamalia ini terus bereproduksi meski jumlahnya tak seperti dulu.
Menjelang musim dingin, paus butuh kehangatan untuk bertahan hidup. Mereka menuju ke utara untuk mencari kawasan perairan di satu negara yang memiliki iklim tropis. Dengan begitu mereka bisa melanjutkan kehidupannya, bereproduksi dan cari makan.
Saat proses migrasi paus biasanya berkelompok dan mencapai ratusan ekor. Mereka bisa menempuh jarak puluhan ribu kilometer untuk mencapai daerah migrasi yang dituju.
Dalam perjalanan migrasi itulah, paus-paus menghadapi kendala yang membuat mereka terdampar. Di perairan Indonesia, cerita paus terdampar sudah tak asing di telinga. Bahkan saking seringnya, di salah satu perairan di Indonesia, warga kerap memakan daging yang sudah mati terdampar.
Setelah paus berbobot 2 ton pernah terdampar di daerah Karawang, Senin (1/2) malam kemarin 45 ekor Pilot Whale terdampat di perairan di kawasan NTT. 4 ekor berhasil dikembalikan ke laut lepas, selebihnya mati karena upaya evakuasi terlambat.
Secara ilmiah, peneliti perikanan Universitas Padjajaran, Wishal Miggy Dasanova menuturkan ada beberapa faktor yang menyebabkan paus sering terdampar dan kemudian mati.
"Karena lebih sering berada di perairan atas, ada yang terseret arus dan akhirnya terdampar," kata Wishal saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (3/10).
Jika sudah terdampar, sulit bagi paus untuk bertahan hidup. Apalagi sudah terdampar berhari-hari. Menurut Wishal, sebelum ditarik ke laut lepas, sebenarnya paus tersebut perlu direhabilitasi lebih dahulu. Ini perlu untuk memastikan kondisi paus, karena ditakutkan ada luka atau kondisi paus yang terus melewah sehingga tak mampu bertahan hidup di laut lepas.
"Jika terdampar, biasanya maksimal tujuh hari. Paus punya cadangan oksigen untuk bertahan selama beberapa hari," katanya.
Wishal menambahkan selain terseret arus saat migrasi, ada beberapa penyebab paus terdampar dan mati. Yakni ada pergantian pertukaran massa air laut. Di mana unsur makro di endapan dasar laut naik, dan menyebabkan paus mabok dan kemudian mati. Selain itu hilangnya rantai makanan dan ceceran minyak yang menghambat sinar matahari masuk ke perairan juga bisa menyebabkan kematian paus.
Perairan Indonesia memang menjadi lintasan migrasi paus. Menurut Wishal, perairan di sekitaran pulau Jawa lah yang paling tersering ditemukan paus terdampar.
"Paling sering terdampar di laut Jawa, tepatnya di antara Pulau Kalimantan dan Pulau Madura. Selain itu laut selatan Jawa. Tapi kalau untuk negara lain, ada Australia, Florida dan daerah asalnya Amerika," jelasnya.
Yang jadi pertanyaan, kenapa setiap melintas di perairan di Indonesia paus kerap terdampar? Wishal memastikan bahwa tidak ada yang salah dengan kondisi perairan Indonesia. Kejadian itu hanya proses yang biasa, toh di luar Indonesia pun paus juga terdampar.
"Tidak ada yang aneh dengan peristiwa itu. Seperti yang disebutkan di atas, salah faktor-faktor itulah yang membuat paus terdampar," jelasnya.
Lalu, paus jenia apa yang paling sering terdampar di Indonesia?
"Sperm whale, pilot whale, dan paus ricodon tipus atau yang dikenal dengan hiu paus," tandasnya.
Sebagian warga di pinggir pantai percaya peristiwa paus terdampar pertanda baik untuk mereka. Misalnya pada peristiwa paus terdampar di Tuban sekitar Februari 2011 lalu, warga yakin dengan paus terdampar cuaca yang selama ini buruk dan membuat mereka susah melaut, akan segera membaik.
"Tahun sebelumnya biasanya kalau habis ada ikan paus itu, kondisi cuaca akan membaik, sehingga nelayan bisa kembali untuk melaut," kata seorang nelayan kala itu. (Berbagai sumber) (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya