Pergi ke danau usai mengamuk di rumah, Irfan ditemukan tewas

Pergi ke danau usai mengamuk di rumah, Irfan ditemukan tewas. Sebelumnya, dia mengamuk tidak jelas di rumah keluarganya, lalu kabur dan menyebur ke danau.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Pergi ke danau usai mengamuk di rumah, Irfan ditemukan tewas
Evakuasi pria tenggelam di Samarinda. ©2018 Merdeka.com

Irfan (24), warga Kutai Timur, ditemukan tewas di danau sekitar rumah keluarganya, di kawasan Bengkuring, Sempaja Utara, Samarinda, tengah malam tadi. Sebelumnya, dia mengamuk tidak jelas di rumah keluarganya, lalu kabur dan menyebur ke danau.

Keterangan diperoleh, peristiwa itu berawal sekira pukul 04.00 WITA. Irfan ditenangkan, setelah mengamuk tidak jelas. Belakangan dia kembali meronta dan kabur ke sekitaran rumahnya.

Sang paman, Ramli (35), bersama warga lantas mencari Ramli, yang diperkirakan kabur tidak begitu jauh. Satu jam kemudian, Ramli lantas melihat jejak kaki dari semak, mengarah ke danau sekitar rumahnya.

"Begitu saya terus ke arah danau, saya lihat dia (Irfan) sudah setengah tenggelam teriak meminta tolong. Lalu tenggelam," kata Ramli, di lokasi kejadian.

Kabar Irfan tenggelam, sampai ke telinga warga lainnya, dan ramai berkumpul di pinggir danau. Hingga akhirnya, kabar itu, sampai ke relawan kebencanaan dan juga Basarnas.

"Sekitar jam 6 tadi, kami terima laporan ada orang tenggelam di polder perumahan Puspita," kata Kasi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kaltim-Kaltara Octavianto, Jumat (27/7).

Setelah memastikan kebenaran kabar itu, unit siaga Basarnas Samarinda, bergegas ke lokasi, bersama dengan unsur SAR lainnya melakukan pencarian Irfan di tengah danau.

Tim SAR Brimob Polda Kaltim diantaranya, memulai melakukan penyelaman di danau. Akhirnya menemukan korban, yang masih mengenakan celana jins. "Korban ditemukan sekitar jam 11.15 tadi oleh tim penyelam, dalam kondisi meninggal dunia," ujar Octavianto.

"Laporan kami terima, korban sedang mandi. Sempat muncul ke permukan, lalu tenggelam. Diduga, keram kaki. Kita tadi koordinasi dengan rekan Brimob, dan melakukan penyelaman lebih dulu," kata Kepala Unit SAR Samarinda dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kaltim-Kaltara, Dede Hariana.

Rekomendasi