Pumpunan angin di Laut Jawa memengaruhi cuaca di wilayah Jawa Tengah bagian selatan maupun pegunungan tengah Jateng. Pumpunan angin terjadi akibat siklon tropis yang terbentuk di sekitar perairan sebelah utara maupun sebelah barat Australia.
"Kalau dilihat dari dinamika atmosfer memang pumpunan anginnya sekarang bergeser ke utara Pulau Jawa, yakni di Laut Jawa. Jadi sekarang ada pumpunan atau pertemuan angin di Laut Jawa," kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (28/1).
Kondisi tersebut mengakibatkan wilayah Jateng bagian utara lebih banyak terjadi hujan. Sedangkan wilayah Jateng bagian selatan maupun pegunungan tengah Jateng jarang terjadi hujan atau seperti saat pergantian musim.
Sementara di wilayah Australia bagian utara juga terdapat daerah pusat tekanan rendah yang turut memengaruhi cuaca di Jateng bagian selatan dan pegunungan tengah Jateng dalam beberapa hari terakhir.
Mesi ada dua faktor tersebut, kemunculan pumpunan angin di Laut Jawa paling memengaruhi kondisi cuaca di wilayah Jateng selatan dan pegunungan tengah Jateng.
"Jadi akhirnya yang menonjol ya faktor lokalnya. Artinya, pemanasan lokalnya yang kuat, tidak tersapu angin, menjadi awan hujan, sehingga hujannya sekarang cenderung lokal, tidak lama, dan tidak merata. Misalnya di wilayah Kroya hujan deras, tetapi di Kota Cilacap enggak hujan, seperti halnya saat masa transisi atau pergantian musim," katanya menjelaskan.
Diperkirakan, dampak dari pumpunan angin akan berlangsung lebih kurang satu pekan ke depan. Seiring dengan pergeseran pertemuan anginnya ke wilayah Jawa, sehingga hujannya akan kembali merata.
Terkait dengan kondisi cuaca di wilayah perairan selatan Jawa Barat hingga Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga saat ini masih dipengaruhi puncak musim angin barat, sehingga gelombang tinggi masih berpeluang terjadi.
"Musim angin baratan ini diprakirakan masih akan berlangsung hingga bulan Maret seiring dengan datangnya masa transisi menuju musim angin timuran maupun musim kemarau pada bulan April," katanya.
Oleh karena itu, dia mengimbau seluruh pengguna jasa kelautan maupun masyarakat di pesisir pantai selatan Jabar-DIY untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gelombang tinggi.