Pengelola Transjakarta menyebutkan terdapat 74 dari 232 halte busway yang rawan terjadi tindak kejahatan terhadap penumpang. Menurut Direktur Operasional Transjakarta Daud Joseph, kerawanan itu dilihat dari sikap penumpang TransJakarta itu sendiri.Daud mencontohkan perilaku penumpang tersebut seperti tidak membeli karcis atau menumpang busway dengan cara melompat pagar halte. Penumpang itu berdiri di antrean penumpang namun tidak melewati loket pembelian tiket Transjakarta.Berdasarkan perilaku penumpang yang tidak tertib itu, pengelola mengkategorikan halte tersebut terindikasi rawan kejahatan. Pengelola Transjakarta memasang kamera tersembunyi guna mengantisipasi dan memudahkan aparat kepolisian menyelidiki aksi kejahatan di seluruh halte busway."Kamera itu mengawasi tindakan penumpang yang turun dan naik busway," ujar Daud seperti dikutip dari Antara, Kamis (1/9).Pernyataan Daud itu usai petugas Polda Metro Jaya menangkap lima pelaku pengeroyokan terhadap penumpang busway Andrew Budikusuma (23) di Halte Senayan Jakarta Selatan pada di Halte Kuningan Jakarta Selatan pada Jumat (26/8) sekitar pukul 22.00 WIB.
Pengelola sebut 74 halte TransJakarta rawan kejahatan
Pengelola Transjakarta memasang kamera tersembunyi guna mengantisipasi dan memudahkan polisi menyelidiki aksi kriminal.
Advertisement
Rekomendasi