Pemilik Padepokan Satrio Aji kerap jual barang klenik lewat online

Pemilik Padepokan Satrio Aji kerap jual barang klenik lewat online. Untuk menafkahi kelurganya, Anton Herdiyanto alias Aji kerap menjual barang klenik melalui online shop. Praktik perdukunan melatarbelakangi pembunuhan terhadap Shendy Eko dan Ahmad Sanusi.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Pemilik Padepokan Satrio Aji kerap jual barang klenik lewat online
Ilustrasi Narapidana. ©2015 Merdeka.com

Untuk menafkahi kelurganya, Anton Herdiyanto alias Aji kerap menjual barang klenik. Biasanya dia menjual melalui online shop. Barang yang dijual pun beragam. Mulai dari wafak (jimat), emas batangan palsu, keris dan bulu harimau. "Saya jualnya online. Baru lima bulan," kata Anton, Selasa (4/10).Walaupun baru lima bulan namun pengikutnya sudah banyak. Dia memiliki anggota yang direkrut melalui jejaring sosial facebook. Anggotanya mencapai ratusan. Dalam facebooknya dia menamakan dirinya sebagai Satria Aji.Dan untuk meyakinkan pengikutnya, dia membuat Padepokan Satria Aji Danurwenda. Pengikutnya biasa membahas persoalan klenik di facebook. "Hanya di facebook saja kok," akunya.Dia mengaku tidak menghitung detil berapa keuntungan yang sudah didapat dari hasil penjualan. Namun uang itu dipakai untuk menghidupi istri-istrinya. Informasi yang didapat, Anton memiliki empat istri. Salah satunya tinggal di Lampung. Motifnya membunuh Shendy dan Sanusi pun untuk menguasai hartanya. "Saya ngincar mobilnya," tandasnya.Hal itu dilakukan lantaran pendapatannya dari hasil menjual barang klenik tak cukup. Terlebih salah satu istrinya minta dikontrakkan sebuah rumah. Akibat perbuatannya, Anton mendekam di penjara. Polisi masih mendalami apakah ada korban dan pelaku lain dari kasus ini.

Rekomendasi