Pemerintah Siapkan Metode Diagnosa Cepat Virus Corona Lewat Aplikasi Online

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Acmad Yurianto menyatakan kesiapan negara untuk melakukan screening massal virus corona atau pemeriksaan cepat Covid-19. Tujuannya adalah untuk mempercepat mengetahui kasus pasien positif agar bisa ditangani dan diisolasi.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Pemerintah Siapkan Metode Diagnosa Cepat Virus Corona Lewat Aplikasi Online
Juru Bicara Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Acmad Yurianto menyatakan kesiapan negara untuk melakukan screening massal virus corona atau pemeriksaan cepat Covid-19. Tujuannya adalah untuk mempercepat mengetahui kasus pasien positif agar bisa ditangani dan diisolasi.

"Nantinya ada dua metode dilakukan pemerintah, pertama adalah tes langsung dan kedua adalah tes via konsultasi online menggunakan aplikasi halodoc," ujar Yuri saat jumpa pers harian di Gedung BNPB Jakarta, Kamis (19/3).

Yuri menjelaskan, metode pertama adalah dengan menggunakan spesimen darah dari pasien akan diambil dan dicek kadar protein imunoglobulin-nya. Bedanya dari tes sebelumnya, bahwa tes dengan metode ini hampir bisa dilakukan di semua lab kesehatan di rumah sakit.

Untuk metode kedua, lanjut Yuri, pemerintah telah menyiapkan kerjasama dengan aplikasi online konsultasi kesehatan halodoc. Nantinya siapa pun yang merasa punya keluhan dan gejala dapat segera langsung tertangani dengan berkonsultasi dengan dokter ahli via aplikasi.

"Sehingga pemeriksaan massal ini harus dilakukan dengan langkah sosialisasi, edukasi, dan bagaimana masyarakat tahu cara melakukan isolasi diri, ditambah dengan sarana konsultasi virtual," jelas Yuri.

Yuri menambahkan, bila hasil dari rapid test tersebut menunjukkan ke arah positif dengan menimbulkan gejala yang moderat, maka pasien tersebut akan dilakukan tes metode polymerase chain reaction (PCR). Tujuannya untuk mendapat hasil yang lebih akurat apakah orang atau pasien tersebut benar terdiagnosa positif Covid-19.

"Jadi pemeriksaan rapid test ini untuk mengetahui dirinya tertular atau tidak, tapi untuk akurasi yang lebih akurat lagi kita akan lakukan PCR," Yuri menandasi.

Reporter: M Radityo

Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi