Pelaku pembunuhan sadis sejoli di Mojokerto diduga kabur ke Surabaya

Pelaku pembunuhan sadis sejoli di Mojokerto diduga kabur ke Surabaya. Dalam pengejaran terhadap pelaku Saiman, Polres Mojokerto menerjunkan tim khusus buru sergap (Buser), ke alamat rumah pelaku dan tempat kerjanya di Surabaya. Diduga saat melakukan pembantaian, selain pelaku Saiman, ada tiga orang.

Budi Widayat
Oleh Budi Widayat - Reporter
Pelaku pembunuhan sadis sejoli di Mojokerto diduga kabur ke Surabaya
sejoli korban pembunuhan di mojokerto hendak dimakamkan. ©2017 Merdeka.com/budi widayat

Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Mojokerto masih memburu pelaku pembunuhan sadis sejoli, Komariyah (44) dan Ahmad Wiyono (50), Senin (21/8) dini hari tadi. Pelaku Saiman (55), merupakan warga Desa Meteng, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura.Informasi yang dihimpun, dalam pengejaran terhadap pelaku Saiman, Polres Mojokerto menerjunkan tim khusus buru sergap (Buser), ke alamat rumah pelaku dan tempat kerjanya di Surabaya. Diduga saat melakukan pembantaian, selain pelaku Saiman, ada tiga orang yang ikut dan menunggu di pinggir jalan saat peristiwa pembunuhan.AKBP Leo Simarmata, Kapolres Mojokerto, kepada wartawan mengatakan, setelah menerima informasi dan melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP), langsung memerintahkan tim Buser untuk memburu pelaku. Sebab usai melakukan pembunuhan sadis terhadap dua korban dengan celurit, diketahui pelaku langsung kabur bersama tukang ojek yang mengantarnya."Saat ini pelaku dalam pengejaran anggota kami. Mohon doanya supaya bisa segera tertangkap," ujar AKBP Leo Simarmata, Senin (21/8).Polisi sudah memintai keterangan sejumlah saksi terkait kasus ini. Termasuk saksi anak korban Komariyah, Moh. Rizal, yang sempat mengetahui pembunuhan kedua korban."Pelaku bisa dijerat pasal 44, ayat 3, Undang Undang RI No. 23 tahun 2004, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Subsiderpasal 340 KUHP, tentang pembunuhan berencana. Ancaman hukumanya 20 tahun penjara," jelasnya.Seperti diketahui, Komariyah dan Ahmad Wiyono, yang diduda merupakan sepasang kekasih, ditemukan tewas di rumahnya dengan luka bacok di bagian perut dan dada. Komariyah tewas di atas ranjang kamar tidurnya. Sedangkan Ahmad Wiyono, tewas di teras depan rumah korban.

Rekomendasi