Eni Siti Nuarini mendatangi posko evakuasi korban jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610 di JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/10). Jauh-jauh Eni datang dari Tasikmalaya, Jawa Barat, untuk mencari tahu informasi mengenai suaminya, salah satu penumpang Lion Air JT610 rute Jakarta-Pangkalpinang. Suaminya, Akhmad Endang Rokhmana, merupakan karyawan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
"Saya ingin mencari identitas suami saya penumpang Lion Air sama ingin melihat barang bukti yang ditemukan Basarnas. Suami saya dinasnya di Pangkalpinang sudah 2 tahun ini," kata Eni di JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/10).
Sebelum ke JICT 2, Eni bersama anak dan adik kandung korban terlebih dahulu mendatangi RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dia tiba di posko JICT pukul 23.00 WIB.
"Sudah ke RS Polri, tapi arahan rumah sakit bisa ke sini. Karena prosesnya dari RS Polri baru identifikasi korban dengan tes DNA saja, dan saya sudah tes DNA," ujarnya.
Sampai saat ini Eni belum mendapatkan kepastian nasib suaminya dari para petugas.
"Tapi sampai hari ini belum ada kepastian. Rencananya kami mau ke hotel saja istirahat, kalau tidak ada kepastian saya pulang dulu ke Tasikmalaya, nanti kalau ada kabar saya ke sini lagi," ungkapnya.
Saat pergi, suaminya mengenakan jaket kulit berwarna cokelat dan menggunakan tas. Dia ingin mencari tahu barang-barang yang ditemukan petugas agar bisa mengenali barang milik suaminya.
"Ya mungkin kalau lihat tahu (barang milik suami), tas atau apa iya. Baba pakai tas merah, terus bawa jeriken isi rengginang buat oleh-oleh. Yang di sana minta oleh-oleh rengginang Tasikmalaya. Terus pakai jaket kulit cokelat," jelasnya.