Panglima TNI sampaikan ke Polri tempat paling nyaman buat teroris

Panglima TNI: Dalam tertib sipil semua leader keamanan adalah Polri. Apabila darurat militer baru TNI leadernya.

Juven Martua Sitompul
Oleh Juven Martua Sitompul - Reporter
Panglima TNI sampaikan ke Polri tempat paling nyaman buat teroris
Gatot Nurmantyo jalani fit and proper test. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Pemerintah tengah menyelesaikan draf revisi Undang Undang No 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Rencananya, draf tersebut rampung sore ini dan awal pekan depan sudah bisa dilaporkan ke Presiden Joko Widodo.

Panglima TNI Jenderal Gatot berjanji mendukung penuh revisi UU Terorisme. Salah satu bentuk dukungannya dengan memberikan masukan hal-hal yang perlu ada dalam undang-undang tersebut. Bahkan, Jenderal Gatot sudah memetakan tempat-tempat persembunyian teroris.

"Sudah dalam aturannya, polisi minta apapun juga kita dukung. Dan saya sampaikan tempat paling nyaman buat teroris di Indonesia," ujar Gatot saat rapimnas TNI-Polri di PTIK, Jakarta, Jumat (29/1).

Gatot menegaskan, dalam hal ini TNI dalam kapasitas mendukung pemerintah dan Polri. "Saya bilang dalam tertib sipil semua leader keamanan adalah Polri. Apabila darurat militer baru TNI leadernya, Polri membantu," ucapnya.

Sebelumnya, ada beberapa poin pokok besar yang menjadi usulan nantinya masuk ke dalam draf revisi UU No 15 Tahun 2003 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Seperti perluasan kewenangan pada aparat untuk mengantisipasi potensi terorisme, usulan pencabutan Paspor bagi WNI yang bepergian ke Suriah atau negara konflik.

Selanjutnya, penetapan barang bukti untuk menindak terduga teroris tidak harus mendapatkan izin dari hakim ketua pengadilan, tetapi cukup hakim saja. Kemudian usulan juga menampung untuk melibatkan peran serta kepala daerah dan masyarakat mencegah aksi terorisme. Kemudian, penambahan masa tahanan bagi terduga terorisme.

Rekomendasi