Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan tiga mantan presiden yakni Soekarno, Soeharto dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah orang-orang hebat. Tak hanya semasa hidup, bahkan setelah meninggal, ketiga tokoh tersebut tetap dihormati dan makamnya selalu penuh dikunjungi masyarakat."Setelah saya melihat makam Bung Karno, makam Gus Dur dan makan Pak Harto, tiga mantan presiden ini luar biasa. Setiap hari itu yang berziarah rata-rata seribu orang. Pertanyaannya, bisakah kita seperti mereka kalau sudah meninggal nanti?" ujar Gatot usai ziarah ke makam Presiden RI ke-2 Soeharto di Astana Giri Bangun, Matesih, Karanganyar, Selasa (19/9).Gatot menerangkan, berkat kunjungan peziarah tersebut banyak warga sekitar yang diuntungkan. Para pedagang dan penjual jasa lainnya mendapat berkah dari ramainya kunjungan ke makam para tokoh tersebut."Tukang ojek dapat makan, tukang pecel bisa makan, tukang bunga juga, bahkan rumah-rumah sekitar bisa disewakan. Hanya karena makam saja masyarakat bisa mendapat penghasilan setiap hari. Tiga presiden semuanya tanpa terkecuali lho itu," kata Panglima TNI.Untuk itu, Gatot mengajak jajarannya untuk meneladani ketiga mantan presiden yang kita miliki. Ia meminta para prajurit meneladani perjuangan Soeharto saat peristiwa serangan 11 Maret hingga menjadi presiden ke-2."Saya mengajak agar para prajurit saya meneladani perjuangannya (Soeharto) dari serangan 11 Maret dengan gerilya sampai jadi presiden," katanya.Di mata Gatot, Soeharto dianggap sebagai sosok panutan. Saat berlatih, Gatot menceritakan, perwira Soeharto selalu diintip oleh orang lain yang penasaran."Berdasarkan cerita orang tua saya, beliau itu kalau latihan selalu diintip. Saat serangan 11 Maret beliau menjadi panutan. Beliau selalu menjadi teladan dan selalu diintip," ucapnya.
Panglima TNI: Presiden Soeharto selalu menjadi teladan
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan tiga mantan presiden yakni Soekarno, Soeharto dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah orang-orang hebat. Tak hanya semasa hidup, bahkan setelah meninggal, ketiga tokoh tersebut tetap dihormati dan makamnya selalu penuh dikunjungi masyarakat.
Rekomendasi