Panglima TNI: Pembebasan WNI tunggu pemerintahan Filipina yang baru
Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan proses pembebasan Warga Negara Indonesia (WNI) Anak Buah Kapal yang disandera kelompok bersenjata Filipina masih terus dilakukan. Proses negosiasi antara pemerintah Indonesia dan Filipina dengan kelompok bersenjata masih terus berjalan.
Gatot menuturkan, proses pembebasan ketujuh sandera terkendala pergantian pemerintahan Filipina. Jadi, Indonesia masih harus sabar menunggu perkembangan selanjutnya.
"Pemerintah Filipina baru ada pergantian pemerintahan 30 Juni yang lalu, jadi semuanya menunggu," kata dia kepada wartawan di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (6/7).
Gatot menegaskan, sejak awal proses pembebasan sandera, Indonesia selalu menghormati dan mengandalkan pada pemerintahan Filipina. Indonesia membantu dengan mengirimkan intelijen dan menyampaikan informasi terkini sebelum dilakukan pembebasan.
"Kita hanya bersandar kepada Pemerintah Filipina, koordinasi saja dengan Filipina," katanya.
Seperti diketahui, Gatot telah memastikan 7 WNI yang disandera kelompok bersenjata Filipina dalam kondisi selamat. Keberadaan mereka diprediksi berpindah-pindah. Gatot memperkirakan seluruh sandera saat ini berada di Jolo, Kepulauan Sulu. TNI dan pemerintah Indonesia terus berupaya membebaskan ketujuh sandera tersebut.
Sebelumnya, Presiden Filipina, Rodrigo Duterte sudah mendapat tantangan besar setelah warga negara asing berulang kali diculik di sisi selatan perairan negaranya.
Duterte berjanji mengatasi penculikan kelompok militan, biasanya oleh Abu Sayyaf, sebagai prioritas kebijakan keamanannya kelak. Dia mengatakan penculikan warga asing tidak bisa ditoleransi.
"Akan tiba waktunya bagi saya untuk berhadapan langsung dengan Abu Sayyaf," kata Duterte seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (25/6).
Mantan Wali Kota Davao ini mengucapkan ancaman tersebut seusai menjenguk wanita korban penculikan Abu Sayyaf di Ibu Kota Manila. Di saat bersamaan, pemerintah Indonesia telah mengumumkan adanya tujuh anak buah kapal diculik di dekat Kepulauan Sulu.
Duterte mengaku prihatin karena banyak orang jadi korban aksi kelompok teroris di wilayah selatan negaranya. "Penculikan ini harus dihentikan," kata Duterte. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya