Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi keynote speaker dalam webinar yang mengusung tema 'Sinergi Anak Bangsa Dalam Menjaga Keutuhan Bangsa dan Negara dari Aksi Separatisme di Dunia Maya'. Ia menyebut dunia maya telah menjadi dunia kedua untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari.
"Saling sapa, memberi informasi, menawarkan produk, transaksi ekonomi, belajar mengajar, sampai dengan pemerintahan dapat dilakukan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Dunia maya telah melahirkan berbagai hal yang serba elektronik, seperti e-commerce, e-procurement, e- bisnis, e-trade, e-service, e-life style, dan sebagaimana yang kita lakukan saat ini yaitu, seminar melalui jaringan atau webinar," kata Panglima, Sabtu (21/11).
Dunia maya, lanjutnya, telah menjadi 'arena; baru dalam kehidupan sosial. Terlihat dari berkembangnya aplikasi berbasis elektronik di berbagai komunitas bisnis, Perbankan, kampus, Pemerintahan, termasuk di sektor Pertahanan, untuk memenuhi kebutuhan interaksi sektor tersebut di dunia maya.
"Tingginya interaksi tersebut, yang tidak hanya sekedar komunikasi, berkembang luas menjadi dunia kedua yang lengkap seperti dunia yang secara fisik ada, menjadikan setiap negara merasa perlu untuk mengatur kehidupan di dunia maya. Terlebih setelah semakin disadari bahwa dunia maya tersebut memiliki implikasi yang serupa dengan dunia nyata, bahkan dapat lebih luas," sambungnya.
Namun, dampak dari ramainya aktivitas di dunia maya lebih masif ketimbang dunia fisik. Karena dunia maya memiliki kelebihan berupa kecepatan dan jangkauan yang lebih luas.
"Semua yang ada di dunia nyata, ada di dunia maya. Tetapi dunia maya memiliki kelebihan berupa kecepatan dan jangkauan yang lebih cepat, lebih luas, dan lebih mudah. Selanjutnya juga disadari bahwa dampak yang ditimbulkan di dunia maya, baik positif maupun negatif, ternyata dapat lebih massif dari dunia fisik."