Pemimpin di negeri ini diminta memberi contoh bagi masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Pancasila sebagai ideologi negara terus berdiri tegak dalam membentengi bangsa dari ancaman radikalisme dan terorisme."Pancasila sebagai benteng agar tidak terpapar paham radikalisme dan terorisme. Masyarakat jangan sekali-sekali mudah terpengaruh hoax, provokatif yang tidak ada ujung pangkalnya," kata Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Yusni Saby dalam keterangannya, Kamis (24/8).Dia juga menyarankan agar pemerintah lebih transparan dalam memberikan informasi kepada masyarakat terkait kelompok yang ingin merusak NKRI. "Karena kalau informasi itu berasal dari kelompok-kelompok yang radikal, bisa bahaya masyarakat kita itu nanti," ujarnya.Selain itu, pendidikan juga menjadi faktor penting. Para guru, ustaz, ulama, pemimpin atau ketua adat harus dapat melihat, membimbing dan mengayomi masyarakat. Jangan lagi membiarkan masyarakat yang miskin makin teraniaya. "Komponen masyarakat itu harus saling bahu membahu, bekerja sama untuk menegakkan Pancasila sebagai benteng agar terhindar dai pengaruh radikalisme," tutur Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Aceh itu.Dia melihat saat ini masih saja ada para pemimpin yang belum dapat menegakkan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Dirinya pun salut terhadap usaha Presiden RI, Joko Widodo, yang membentuk Unit Kerja Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP)."Di sinilah pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila," tandasnya.
Pancasila dinilai sebagai benteng untuk menangkal paham radikal
Pemimpin di negeri ini diminta memberi contoh bagi masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Pancasila sebagai ideologi negara terus berdiri tegak dalam membentengi bangsa dari ancaman radikalisme dan terorisme.
Rekomendasi