Padepokan Syekh Sangga Bintang Pratama, tempat tinggal Nabi palsu Abdul Muhjib dan pengikutnya dirusak massa. Itu dilakukan warga sekitar setelah sang nabi palsu diamankan polisi.Kondisi bangunan padepokan saat ini rata dengan tanah dan terlihat hanya reruntuhan bangunan. Perusakan itu dilakukan warga lantaran geram terkait penyebaran agama dilakukan Abdul Muhjib."Jelas-jelas sudah menyimpang, di antaranya dengan merubah syahadat," kata Asadudin, salah seorang tokoh masyarakat, Jumat (5/8).
Selain mengubah Syahadat, Mujhib dan kelompoknya juga dinilai telah menistakan agama. Sebab, kelompok aliran itu mengiming-imingi warga masuk surga hanya dengan membayar tiket senilai Rp 2 juta."Pokoknya tidak ada kata lain selain sesat," tegas Assadudin.Abdul Mujhib akhirnya diamankan Polisi pada Kamis (4/8) kemarin. Itu dilakukan guna mengantisipasi aksi main hakim dan anarkis massa, setelah pertemuan antara warga dan kelompok Abdul Mujhib tidak menemukan titik terang. Bersamaan dengan itu, masyarakat juga mulai sulit dikendalikan.Namun karena minimnya alat bukti untuk memperkuat proses hukum terhadap Abdul Muhjib dan pengikutnya. Polisi akhirnya memilih menyerahkan Nabi palsu itu ke Padepokan asal mereka di Desa Karokrok, Subang.