Polisi hingga kini masih memburu Zurzani (45), pria diduga pelaku pembunuhan terhadap bocah berinisial NNA (5) di Sangkulirang, kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Ayah kandung N, Faturahman dalam perbincangan bersama merdeka.com mengungkapkan, Zurzani memang dikenal sangat dengan keluarganya."Kita anggap sudah dekat, tetangga. Biasa saja dengan Zurzani. Akrab sekali dia bermain-main dengan anak saya (korban). Tidak ada kecurigaan apapun dengan beliau (Zurzani)," kata Faturahman, Kamis (14/7) sore.Faturahman menerangkan, sejauh ini juga keseharian keluarganya bersama dengan Zurzani, tidak memiliki masalah apapun, sehingga menjadikan Zurzani kini dalam buruan kepolisian."Sepengetahuan saya tidak ada masalah, biasa saja. Sering saja bermain dengan adek (korban)," sebutnya.Faturahman berharap, kepolisian yang saat ini tengah mencari Zurzani, bisa segera mengungkap kasus tersebut, dan menangkap Zurzani."Harapan keluarga ya kepolisian cepat menemukan, dihukum pelakunya sesuai peraturan yang berlaku. Di sini (Sangkulirang), banyak polisi gencar mencari (Zurzani)," terangnya."Ya, dia (Zurzani) sudah berkeluarga, punya anak dan istri dan punya cucu juga," lanjut Faturahman.Sebelumnya juga, Sabna, istri Faturahman mengungkapkan alasan keluarga menolak kepolisian melakukan autopsi, lantaran proses autopsi, harus dilakukan oleh ahli forensik di RSUD Abdul Wahab Syachranie Samarinda."Saya tidak tega melihat jenazah anak saya yang sudah hancur, dibawa ke Samarinda untuk autopsi," kata Sabna.Diketahui, N yang tinggal di Desa Benua Baru Ulu, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, dilaporkan hilang saat Lebaran hari kedua, Kamis (7/7) lalu, sekitar pukul 11.00 WITA. Zurzani terlihat terakhir kali bersama N.Dia kini menjadi buronan polisi, baik itu Polres Kutai Timur maupun Polda Kalimantan Timur, lantaran diduga sebagai pembunuh N. N sendiri ditemukan dalam kondisi mengenaskan di semak-semak dengan luka bakar.
Orang tua tak curiga saat balita NNA diajak pergi Zurzani
Orang tua tak rela jenazah korban diautopsi. Hal ini lantaran kondisi mayat korban.
Advertisement
Rekomendasi