Nelayan udang di Serang ikut jadi korban reklamasi teluk Jakarta

Dalam beberapa bulan ini kapal berkapasitas 15.000 ton pasir hilir mudik ke Lontar mengangkut pasir proyek reklamasi.

Dwi Prasetya
Oleh Dwi Prasetya - Reporter
Nelayan udang di Serang ikut jadi korban reklamasi teluk Jakarta
Perahu nelayan di Serang. ©2016 merdeka.com/dwi prasetya

Akibat penambangan pasir laut, nelayan Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, kini kesulitan mencari sumber penghidupan.Seperti musim udang saat ini, para nelayan mengaku mengalami penurunan tangkapan akibat dampak aktivitas penambangan pasir laut yang digunakan untuk kebutuhan reklamasi di Jakarta."Padahal ini sedang musim udang. Biasanya kami bisa dapat tangkapan banyak. Sejak kemarin ada kapal sedot pasir lagi kita kehilangan tangkapan," kata Misri, nelayan di daerah tersebut.Begitu pun yang dirasakan nelayan lain bernama Tura. Dirinya mengeluhkan aktivitas penambangan tersebut."Lah susah kang. Gimana kita mau dapat udang wong yang disedot jaraknya enggak sampai satu mil dari pantai. Itu kan tempat ikan kumpul," ujar Tura.Informasi yang berhasil dihimpun, dalam beberapa bulan ini kapal berkapasitas 15.000 ton pasir hilir mudik ke Lontar mengangkut pasir untuk proyek reklamasi di teluk Jakarta.

Rekomendasi