Menteri Sosial jamin bantuan logistik buat pengungsi Gunung Agung

Menteri Sosial jamin bantuan logistik buat pengungsi Gunung Agung. Khofifah saat menghadiri Jambore Kampung Siaga Bencana (KSB) se-DIY di Pundong, Bantul menuturkan, pemerintah sudah menyediakan 100 ton beras dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Dari jumlah itu, 50 ton, lanjut Khofifah akan disalurkan ke pengungsi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menteri Sosial jamin bantuan logistik buat pengungsi Gunung Agung
mensos di Yogyakarta. ©2017 Merdeka.com/purnomo edi

Naiknya status Gunung Agung di Bali menjadi awas, membuat ribuan warga terpaksa mengungsi. Untuk menangani ribuan pengungsi ini, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa stok logistik masih mencukupi.Khofifah saat menghadiri Jambore Kampung Siaga Bencana (KSB) se-DIY di Pundong, Bantul menuturkan, pemerintah sudah menyediakan 100 ton beras dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Dari jumlah itu, 50 ton, lanjut Khofifah akan disalurkan kepada pengungsi."Saya ingin sampaikan bahwa Insya Allah logistik (beras) dalam jumlah yang sangat cukup," kata Khofifah, Sabtu (23/9).Khofifah menjabarkan, jika stok 100 ton beras belum mencukupi kebutuhan pengungsi maka Gubernur Bali bisa mengeluarkan SK darurat. Keluarnya SK itu, kata Khofifah, bisa menambah stok sebanyak 200 ton beras lagi dari CBP."Bila stok beras masih belum mencukupi juga, pihaknya bakal mendeploy langsung kebutuhan logistik para korban. Ini (bantuan logistik) harus terdistribusi di sentra-sentra pengungsian. Tapi kan pergerakan titik-titik (pengungsian) itu kemungkinan akan terus bertambah. Makanya titik-titik pengungsian itu akan terus diupdate," urai Khofifah.

Pengungsi Gunung Agung ©2017 merdeka.com/gede nadi jaya


Khofifah memaparkan, selain akan mencukupi kebutuhan logistik, Kemensos juga akan membuat Layanan Dukungan Psikososial (LDP) ke para pengungsi. Layanan konseling dari para ahli ini nantinya akan diberikan langsung ke para pengungsi yang ada di barak-barak pengungsian."Karena (barangkali) di antara mereka mungkin punya tanaman siap petik, siap panen, ternak yang tidak terbawa, sangat mungkin mengganggu ketenangan mereka di tempat pengungsian. Makanya setelah mereka sampai di pos pengungsian, pada saat itu juga harus dilakukan proses konseling," ucap Khofifah.Khofifah menambahkan, kebersihan lingkungan di barak-baeak pengungsi juga menjadi fokus perhatian Kemensos. Diharapkan dengan bersihnya lingkungan di barak, para pengungsi bisa merasa nyaman."Saya selalu komunikasikan (dengan petugas di barak pengungsian), tolong cek sanitasinya. Karena biasanya sanitasinya, air bersih dan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) bisa menjadi masalah," tutup Khofifah.

Rekomendasi