Menteri Agama apresiasi cepatnya DPR sepakati ongkos haji 2017

Panja BPIH Komisi VIII dan Kemenag menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2017 sebesar Rp 34.890.312 pada Kamis (23/3) kemarin. Menteri Agama Lukman Hakim mengapresiasi gerak cepat DPR menyetujui usulan ongkos haji tahun ini.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Menteri Agama apresiasi cepatnya DPR sepakati ongkos haji 2017
Lukman Hakim Saifuddin. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Panja BPIH Komisi VIII dan Kemenag menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2017 sebesar Rp 34.890.312 pada Kamis (23/3) kemarin. Menteri Agama Lukman Hakim mengapresiasi gerak cepat DPR menyetujui usulan ongkos haji tahun ini.Menurut Lukman, cepatnya persetujuan itu dapat membantu pemerintah dalam mempersiapkan penyelenggaraan haji lebih awal. Harapannya, pelayanan haji tahun 2017 menjadi lebih baik. "Pemerintah bersyukur bahwa percepatan ini lebih dari satu bulan dibanding tahun lalu karena. Kalau tahun lalu itu pengesahan antara DPR dengan pemerintah itu pada tanggal 30 April 2016, tapi tahun ini bisa lebih cepat pada tanggal 23 Maret," kata Lukman di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (24/3).Lukman bersyukur, DPR menyetujui sebagian besar usulan pagu anggaran penyelenggaraan haji 2017. Usulan anggaran haji 2017 diklaim sebagai pos pembiayaan substansial, seperti akomodasi, konsumsi dan transportasi selama di Arab Saudi. "Kami sampaikan adalah bahwa tahun ini kami amat sangat bersyukur karena Komisi VIII telah memberikan persetujuan pagu atau plafon pos-pos pembiayaan yang penting yang terkait dengan akomodasi, konsumsi, dan transportasi darat di Saudi," terangnya. Ongkos haji sebesar Rp 34,8 juta untuk tahun ini naik sekitar Rp 249 ribu dari tahun 2016. Lukman menuturkan, kenaikan Rp 249 ribu itu sebanding dengan peningkatan kualitas layanan haji yang diterima para jemaah. "Kami bisa dan bersetuju dapat menyetujui penetapan BPIH 2017 ini karena dengan segala pertimbangan dari berbagai aspek tentu ini adalah angka atau nilai yang rasional. Meskipun dibanding tahun lalu dana kenaikan Rp 249 ribu, tapi sesungguhnya peningkatan fasilitas pelayanan yang diterima jemaah itu jauh melampaui dari nilai Rp 249 ribu," klaim Lukman. Bentuk peningkatan pelayanan yang akan diterima jemaah diantaranya, makan 25 kali selama di Mekkah. Pemerintah juga menyediakan sarapan pagi bagi para jemaah. Layanan konsumsi itu belum terealisasi di tahun 2016. "Jumlah makan lebih banyak dibanding tahun ini, tahun lalu hanya 24 kali makan di mekkah, tahun ini 25, dan tahun ini dapat paket sarapan pagi, bagi seluruh jemaah haji ketika mereka ada di Mekah, ini juga sesuatu yang baru yang tahun lalu belum kita realisasikan," tuturnya. Selain itu, pemerintah akan memperbaiki tenda-tenda di Arafah. Tenda-tenda akan dilengkapi penyejuk, penerangan lampu dan fasilitas lainnya. Kegiatan manasik haji pun akan ditingkatkan untuk tahun ini. Tahun ini, pembinaan manasik haji akan dilakukan sebanyak 10 kali. Bahkan, pemerintah menyediakan layanan bimbingan haji yang datang ke hotel masing-masing jemah. "Peningkatan pelayanan Arafah, khususnya dengan tenda-tenda, alat penyejuk udara, penerangan lampu-lampu dan seterusnya. Ini sampai hari-hari terakhir secara intensif kami lakukan mudah-mudahan tahun ini da peningkatan yang berarti bagi seluruh jemaah haji kita," ungkapnya. Pihaknya juga mengusulkan upgrading jumlah dan kenyamanan bus-bus selama di Arab Saudi dengan ongkos yang terbilang murah. Bus-bus yang disediakan akan dilengkapi dengan bagasi dengan kapasitas besar sehingga bisa menampung seluruh barang bawaan jemaah. "Kami memang mengusulkan adanya bis upgrading ini yang jumlahnya 1‎0 reyal perorang. Tapi nampaknya informasi yang kami dapatkan belum disetujui oleh panja karena kami menilai 10 reyal pendekatannya efisiensi sebenarnya tidak terlalu signifikan, hanya Rp 7 milyar sekian," ujar Lukman. "Dan upgrading ini maknanya tidak hanya peningkatan kualitas bis, kenyamanan jemaah, tak kalah pentingnya adalah untuk pengaturan bagasi jemaah. ‎Jadi bis yang ada sekarang tahun lalu kapasitas bagasinya amat sangat terbatas. Sehingga jemaah dan kopernya masing-masing itu tidak bisa datang bersamaan di hotelnya masing-masing," sambungnya.

Rekomendasi