Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mensos sebut pendatang baru bisa depresi bila gagal raih mimpi

Mensos sebut pendatang baru bisa depresi bila gagal raih mimpi Mensos Khofifah kunjungi merdeka.com. ©2016 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Usai lebaran, kerap kali masyarakat desa ingin mencari peruntungan dengan mendatangi kota-kota besar di Indonesia, salah satunya Jakarta. Kondisi itu didukung oleh para pemudik yang baru berkunjung ke kampung halamannya dan kembali bersama sanak keluarganya yang lain.

Tentu saja, ajakan itu dilakukan agar mereka tak menganggur di kampung halaman. Mereka berharap bisa mendapatkan rezeki lebih dengan mengadu nasib di ibu kota. Jika tidak, mereka bisa saja depresi.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengaku sudah memahami kebiasaan itu, dan memiliki formula untuk mengatasi urbanisasi warga desa. Salah satunya dengan memberikan pelatihan terhadap masyarakat desa yang tak punya keahlian di Jakarta.

"Yang punya skill silakan, yang tidak punya skill kursus dulu sebelum ke kota. Khawatirnya di DKI ini ada 3 panti psikotik, ada di antara mereka yang sakit psikis karena kecewa harapan besarnya untuk dapat pekerjaan di ibu kota tidak terwujud, akhirnya menggelandang. Mereka tidak siap menerima ketidaksuksesan itu," kata Khofifah di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (12/7).

Meski demikian, ia berhadap masyarakat desa yang menuju ke kota-kota besar harus memiliki keahlian terlebih dulu. Menurutnya, masyarakat desa akan tergiur ke Jakarta karena 80 persen uang beredar di ibu kota.

"Push and pull theory akan berlaku. Orang akan terdorong ke kota ketika mereka merasa di kota itu ada sumber-sumber kesejahteraan yang menjanjikan masa depan mereka. Setelah itu ada tarikan kembali ke desa, kenapa kemudian ada mudik karena sukses di kota akan terinformasikan oleh masyarakat di desa, akan menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat desa untuk bergerak mendapatkan kebahagiaan dan kesejahteraan itu," katanya.

Soal urbanisasi, kata dia sudah bisa diatasi oleh dana desa. Selain itu, sumber daya manusia bisa menggunakan mahasiswa di kampus untuk melakukan pendampingan dana desa.

"Hari ini dana desa cukup besar. Ini harus diimbangi dengan kinerja Sumber Daya Manusia kampus, memberi pendampingan ke desa-desa supaya mereka dapat injeksi SDM berkualitas. Produk bisa dibantu dipasarkan misalnya ke kadin kota, provinsi, pusat, bahkan antarnegara. Membangun jejaring supaya produk lokal pedesaan dapat merambah lebih luas," kata dia.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP