Menlu lapor Presiden, tak ada WNI jadi korban bom Pakistan

Retno menegaskan sampai saat ini KBRI di Islamabad masih terus berkoordinasi dengan otoritas setempat.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Menlu lapor Presiden, tak ada WNI jadi korban bom Pakistan
Menteri Retno terima kunjungan Menlu Belanda. ©2016 Merdeka.com/imam buhori

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan sampai saat ini belum ditemukan adanya Warga Negara Indonesia (WNI) yang tewas akibat bom bunuh yang terjadi di taman kota, Lahore, Pakistan. Hal itu dipastikan setelah Kedutaan Besar Indonesia untuk Pakistan mengirim utusan ke lokasi untuk memastikan tak ada WNI yang menjadi korban. Hal itu disampaikan Retno usai menemui Presiden Jokowi untuk melaporkan bahwa sampai saat ini belum ditemukan WNI yang menjadi korban. "Kita sudah melakukan komunikasi dengan Duta Besar kita yang ada di Islamabad. Nah sampai tadi pagi kita juga berkomunikasi, sejauh ini memang belum ada korban WNI. Hari ini tim dari Islamabad juga ke Lahore untuk memastikan bahwa tidak ada korban," kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/3). Meski demikian, Retno menegaskan sampai saat ini pula pihak Kedutaan masih terus berkoordinasi dengan otoritas setempat. Sebab, kata dia, hal itu diperlukan untuk memastikan Mahasiswa asal Indonesia tak menjadi korban. "Komunikasi juga sudah kita lakukan dengan para mahasiswa, kelompok mahasiswa untuk memastikan apakah ada yang merasa kehilangan teman dan sebagainya," ujarnya. Mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda itu juga menjelaskan bahwa pemerintah telah mengimbau agar masyarakat Indonesia untuk sementara tak berpelesiran ke Palestina. Sementara itu, pemerintah Indonesia juga mempublikasikan hotline bagi masyarakat yang ingin memastikan kabar keluarganya yang menetap di sekitar lokasi. "Yang bisa dihubungi oleh WNI. nomornya +922832012, +923458571989 jd hotline kapapun bisa dihubungi dengan dua nomor tersebut," ujarnya. Seperti diketahui, Korban akibat bom bunuh yang terjadi di taman kota, Lahora, Pakistan terus bertambah. Data terakhir menyebutkan, setidaknya ada 65 orang tewas dan 300 lainnya mengalami luka akibat aksi teror yang mengerikan tersebut.Dikutip dari Al Jazeera, Senin (28/3), bahwa target pengeboman ini adalah para umat kristiani yang sedang merayakan Paskah di taman kota. Taman tempat bom meledak memang diketahui merupakan tempat yang terkenal untuk berlibur bersama keluarga dan anak-anak.Faksi Taliban Pakistan, Jamaat-ul-Ahrar, telah mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan. Juru bicara kelompok Taliban, Ehsanullah Ehsan dalam sebuah pernyataan mengatakan, bahwa orang Kristen menjadi target pengeboman."Ledakan itu terjadi pada 6.40 petang waktu setempat di area parkir dari Gulshan-e-Iqbal Park, beberapa meter dari tempat bermain ayunan anak-anak," kata para pejabat Pakistan.Penasihat kesehatan bagi pemerintah provinsi Punjab, Salman Rafique mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa sebagian besar tewas dan terluka adalah perempuan dan anak-anak."Ledakan itu terjadi secara besar-besaran dan telah menyebabkan banyak kerusakan dan korban jiwa," ujar Salman.

Rekomendasi