Menhub bakal ke rumah duka taruna STIP yang tewas dianiaya senior

Menhub bakal ke rumah duka taruna STIP yang tewas dianiaya senior. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta penegak hukum memproses kasus tewasnya seorang taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Amirulloh Adtyas Putra yang dianiaya seniornya. Empat senior pun telah ditetapkan menjadi tersangka penganiayaan.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Menhub bakal ke rumah duka taruna STIP yang tewas dianiaya senior
Budi Karya Sumadi. ©2016 Humas UGM

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta penegak hukum memproses kasus tewasnya seorang taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Amirulloh Adtyas Putra yang dianiaya seniornya. Lima senior pun telah ditetapkan menjadi tersangka penganiayaan."Karena ada yang sampai meninggal, kita nilai ini sebagai sesuatu ranah hukum. Kami berikan kesempatan aparat hukum untuk melakukan tindakan yang semestinya kepada mereka," tegas Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/1).Budi mengaku belum mengetahui detil kasus dugaan penganiayaan tersebut. Untuk mendapatkan informasi yang valid, Budi akan mendatangani rumah duka pada sore hari ini."Nanti sore saya akan ke sana, ke rumah duka," ujarnya.Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II menambahkan, dirinya tak menampik masih ada kekerasan di STIP. Hal itu berdasarkan pengalaman yang pernah dia hadapi."Pengalaman dari beberapa case yang pernah saya hadapi, saya temui, memang beberapa kejadian itu ada, dan antara senior terhadap junior itu ada," jelas dia.Saat ini, Kementerian Perhubungan sudah membebastugaskan Ketua STIP Kapten Weku F Karuntu dan menunjuk Pelaksana Tugas Ketua STIP. Menurut Budi, keputusan itu bentuk teguran keras kepada Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran."Saya menegur keras, oleh karenanya kita memberikan satu syarat-syarat yang ketat bagi kepala sekolah untuk lebih teliti dan diberikan sanksi, baik kepada siswa maupun kepala sekolah," tuntasnya.

Rekomendasi