Menhan: Kita mau tak hanya membuat tapi menumbuhkan industri pertahanan
Merdeka.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) bakal memacu industri pertahanan dalam negeri, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia (DI), dan PT PAL (Penataran Angkatan Laut). Industri pertahanan tak hanya untuk memenuhi pasokan alutsista TNI, tapi juga diharapkan memberi kontribusi untuk perekonomian negara sebagaimana industri pertahanan di negara-negara besar seperti Rusia, Jerman, dan Amerika Serikat.
Hal ini menjadi salah satu pengarahan yang disampaikan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu dalam Rapim Kemhan, Kamis (11/1). Rapim ini juga dihadiri Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto.
Kemhan juga ingin mengundang para investor dari luar menanamkan modalnya di industri pertahanan. Hal ini juga menjadi salah satu perhatian dari Presiden Joko Widodo. Presiden, kata Menhan, telah meminta kepada kementerian terkait untuk mengundang investor di bidang industri pertahanan ini.
"Presiden meminta semua kementerian bisa melihat investor, mendatangi investor, jemput bola untuk masuk. Saya dengan industri pertahanan seperti Pindad, DI, PAL ingin membuat alutsista yang memang bisa dipakai TNI dengan baik, aman, dan nyaman sehingga kalau kita mengajak orang membuat dan membeli, dia tahu," jelasnya.
Industri pertahanan Kemhan diterangkan Ryamizard mampu menambah tingkat ekonomi bangsa. Ia mencontohkan pertumbuhan ekonomi negara-negara besar seperti Inggris, Rusia, Prancis, dan AS sebagian besar ditopang industri pertahanan.
"Kita juga mengarah ke sana. Kita ingin tidak hanya membuat tapi menumbuhkan industri pertahanan," katanya. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya