Mengenal agama Baha'i yang sedang dikaji pemerintah Indonesia

Baha’i masuk ke Indonesia sekitar tahun 1878. Agama itu dibawa oleh dua orang pedagang dari Persia dan Turki.

Muhammad Hasits
Oleh Muhammad Hasits - Reporter
Mengenal agama Baha'i yang sedang dikaji pemerintah Indonesia
tempat ibadah agama Bahai di India. ©2014 Merdeka.com/wikipedia

Pemerintah Indonesia tengah mengkaji agama baru bernama Baha'i. Agama itu tengah berkembang di tengah masyarakat.  Agama ini telah menyebar di beberapa kota di Indonesia . Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin , jumlah pemeluk agama Baha'i di Banyuwangi 220 orang, Jakarta 100 orang, Medan 100 orang, Surabaya 98 orang, Palopo 80 orang, Bandung 50 orang, dan Malang 30 orang.Informasi dari berbagai sumber, Jumat (25/7), Baha’i masuk ke Indonesia sekitar tahun 1878. Agama itu dibawa oleh dua orang pedagang dari Persia dan Turki, yaitu Jamal Effendi dan Mustafa Rumi. Dalam situs resmi agama Baha'i di Indonesia dijelaskan, agama Baha’i adalah agama yang independen dan bersifat universal, bukan sekte dari agama lain. Namun, berapa jumlah pemeluk Baha'i di Indonesia hingga saat ini tidak diketahui dengan pasti.Definisi agama Baha'i adalah agama monoteistik yang menekankan pada kesatuan spiritual bagi seluruh umat manusia. Agama Baha'i lahir di Persia atau Iran pada abad 19. Pendirinya bernama Bahaullah. Pada awal abad 21, jumlah penganut Baha’i sekitar enam juta orang yang tersebar di seluruh dunia.Dalam ajaran Baha’i, sejarah keagamaan dipandang sebagai suatu proses pendidikan bagi umat manusia melalui para utusan Tuhan, yang disebut para "Perwujudan Tuhan". Bahaullah dianggap sebagai Perwujudan Tuhan yang terbaru. Dia mengaku sebagai pendidik Ilahi yang telah dijanjikan bagi semua umat dan yang dinubuatkan dalam agama Kristen, Islam, Buddha, dan agama-agama lainnya. Dia menyatakan bahwa misinya adalah untuk meletakkan pondasi bagi persatuan seluruh dunia, serta memulai suatu zaman perdamaian dan keadilan, yang dipercayai umat Baha’i pasti akan datang.Dasar ajaran Baha’i adalah asas-asas keesaan Tuhan, kesatuan agama, dan persatuan umat manusia. Pengaruh dari asas-asas hakiki ini dapat dilihat pada semua ajaran kerohanian dan sosial lainnya dalam agama Baha’i. Agama ini dalam kegiatan keagamaannya juga ada sembayang wajib. Sembayang ini bisa dilakukan secara perseorangan. Kegiatan keagamaan lainnya adalah selamatan sembilan belas hari, ada pula kegiatan doa bersama, yang terbuka bagi orang dari semua agama, di mana doa-doa dibacakan dari tulisan suci berbagai agama. Ada sembilan hari besar yang dirayakan oleh masyarakat Baha’i yang memperingati peristiwa-peristiwa khusus dalam sejarah Baha’i.Sedangkan rumah ibadah Baha’i dinamakan “Mashriqu’l-Adhkar” atau Tempat-terbit pujian kepada Tuhan. Tempat itu untuk berdoa, meditasi dan melantunkan ayat-ayat suci Baha’i dan agama-agama lain. Rumah ibadah Baha’i ini terbuka bagi orang-orang dari semua agama.Sampai sekarang di seluruh dunia ada tujuh rumah ibadah Baha’i; di New Delhi, India; Kampala, Uganda; Frankfort, Jerman; Wilmette, Illinois, Amerika Serikat; Panama City, Panama; Apia, Samoa Barat; dan Sydney, Australia

Rekomendasi