Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy sudah mendapat informasi pil diduga mengandung narkoba bertulis PCC yang dikonsumsi oleh 50-an remaja Kendari, Sulawesi Tenggara. Muhadjir pin langsung berkomunikasi dengan gubernur setempat. "Saya sudah diskusi panjang dengan gubernur-gubernur di wilayah perbatasan, memang drug trafficking sangat-sangat intensif. Karena itu saya mohon ada perhatian," katanya usai menghadiri peresmian gedung fasilitas pelayanan Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat, Kamis (14/9). Muhadjir menuturkan, pil yang diduga mengandung narkoba itu diselundupkan pihak tertentu melalui jalan 'tikus' di perbatasan kalimantan. Pil tersebut berasal dari negara tetangga. Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini menyadari sulitnya memutus rantai peredaran obat terlarang dari negara luar. "Penyelundupan obat-obatan terlarang ini melalui jalan 'tikus' perbatasan Kalimantan. Memang sudah kerja keras (untuk memutus rantai peredaran obat terlarang) tapi karena saking banyaknya jalan tikus yang bentangannya sekian ratus kilometer itu memang sangat merepotkan," Muhadjir menyebut, ada sejumlah daerah yang perlu diwaspadai beredarnya obat terlarang dari negara tetangga. Misalnya Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara."Itu yang harus diwaspadai," singkatnya.
Mendikbud sebut pil PCC masuk RI via jalur 'tikus' perbatasan Kalimantan
Mendikbud sebut pil PCC masuk RI via jalur 'tikus' perbatasan Kalimantan. Muhadjir menuturkan, pil yang diduga mengandung narkoba itu diselundupkan pihak tertentu melalui jalan 'tikus' di perbatasan kalimantan. Pil tersebut berasal dari negara tetangga.
Rekomendasi