Mendagri Imbau Masyarakat Tes PCR Covid-19 Sebelum Berlibur ke Luar Kota

"Kerawanan mungkin akan terjadi di tempat-tempat wisata. Oleh karena itu, tempat-tempat wisata ini harus betul-betul dibuat dibicarakan oleh kepala daerah, dengan forkompimda, pengelola tempat wisata akan tidak terjadi kerumunan masif," ucapnya.

Muhammad Genantan Saputra
Mendagri Imbau Masyarakat Tes PCR Covid-19 Sebelum Berlibur ke Luar Kota
Mendagri Tito Karnavian. ©2020 Merdeka.com

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengimbau masyarakat untuk tes PCR Covid-19 jika ingin berlibur ke luar kota pada libur panjang akhir Oktober nanti. Dia tak ingin masyarakat yang berlibur justru membawa virus ke luar kota.

"Seandainya memang akan keluar kota, yakinkan betul bahwa diri masing-masing sudah melakukan tes PCR. Sehingga yakin bahwa dalam keadaan negatif, jangan sampai terjadi penular bagi saudara-saudara kita, orang tua kita, dan lain-lain yang ada di daerah," kata Tito di Istana Negara, Senin (19/10).

Kemudian, Tito mengimbau untuk menghindari kerumunan yang tidak bisa menjaga jarak. Protokol kesehatan, memakai kain masker, jaga jarak dan cuci tangan juga harus diterapkan.

"Kerawanan mungkin akan terjadi di tempat-tempat wisata. Oleh karena itu, tempat-tempat wisata ini harus betul-betul dibuat dibicarakan oleh kepala daerah, dengan forkompimda, pengelola tempat wisata akan tidak terjadi kerumunan masif," ucapnya.

"Untuk itu tempat wisata tersebut harus dikelola sedemikian rupa, diberikan pengumuman, disampaikan kepada warga, agar tempat itu tidak melebihi kapasitas misalnya 50 persen atau 30 persen, dilakukan secara bergelombang," sambungnya.

Tito kemudian meminta agar kegiatan tradisi atau budaya saat libur panjang ditiadakan terlebih dahulu. Hal tersebut guna mengindari kerumunan.

"Bukan tidak menghormati tradisi itu, tetapi ini situasinya berbeda, pandemi Covid. Jangan sampai kita menjadi korban, saudara kita menjadi korban. Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan tradisi-tradisi yang dulu dilakukan sebelum Covid berlangsung, biasanya ramai," tuturnya.

Lebih lanjut, Tito meminta masyarakat yang tinggal di zona merah atau rawa penularan Covid-19 tidak berlibur keluar kota lebih baik beraktivitas di kediaman masing-masing.

"Lebih baik mungkin mengisi waktu di tempat masing-masing, beres-beres rumah atau tempat tinggal, menikmati liburan bersama keluarga di kediaman masing-masing. Itu yang diharapkan," pungkasnya.

Rekomendasi