Menag Sebut Presiden Jokowi Belum Perlu Lobi Pemerintah Saudi Soal Haji

Yaqut menegaskan, kepastian penyelenggaraan haji terganggu kebijakan pemerintah Arab Saudi sebagai pengelola. Pembukaan negara untuk Arab Saudi tidak hanya untuk satu dua negara tetapi menyeluruh.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Menag Sebut Presiden Jokowi Belum Perlu Lobi Pemerintah Saudi Soal Haji
Menag Yaqut Cholil Qoumas. ©2021 Merdeka.com

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, belum perlu Presiden Joko Widodo melobi pemerintah Arab Saudi agar Indonesia bisa mengikuti penyelenggaraan haji. Yaqut mengatakan, haji memang belum ada kepastian apakah bisa digelar tahun 2022 atau tidak.

Kementerian Agama juga telah membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah Arab Saudi mengenai penyelenggaraan haji.

"Belum perlu lah presiden karena apa yang dilakukan pemerintah Arab Saudi dan apa yang kita lakukan sebenarnya sudah terkomunikasi terus menerus baik secara surat menyurat maupun kita komunikasi dari telpon, ke otoritas Arab Saudi kita ikuti prosesnya sampai berdoa gitu kan," ujar Yaqut saat rapat kerja di DPR RI, Senin (17/1).

Yaqut menegaskan, kepastian penyelenggaraan haji terganggu kebijakan pemerintah Arab Saudi sebagai pengelola. Pembukaan negara untuk Arab Saudi tidak hanya untuk satu dua negara tetapi menyeluruh.

"Jadi sangat terkait dengan kebijakan Saudi dengan negara-negara lain juga, ini tidak mudah," ujarnya.

Yaqut menjelaskan penyelenggaraan haji 2022 masih belum dipastikan. Saat ini juga ada ancaman varian Omicron.

"Kalau minta memastikan tidak ada yang bisa memastikan sampai sekarang bahkan saya yakin pemerintah Arab Saudi pun belum memiliki skema untuk haji kita tahu Omicron makin banyak kasusnya," tegasnya.

Rekomendasi