Menag Fachrul Razi Nilai Cadar Bukan Ukuran Ketaqwaan

Sebagai menteri agama, Fachrul mengaku hanya memberikan penilaian bahwa cadar bukan tolak ukur ketakwaan seseorang. Karenanya, dia meminta agar hal tersebut tak dikenakan di lingkungan pemerintahan.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Menag Fachrul Razi Nilai Cadar Bukan Ukuran Ketaqwaan
Menteri Agama Fachrul Razi. ©2019 Merdeka.com

Wacana larangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) bercadar dan mengenakan celana cingkrang di instansi pemerintahan yang digaungkan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menuai pro kontra. Menurut Fachrul, tata berpakaian bagi ASN sudah ada aturannya.

"Kalau di pegawai jelas ada aturannya kan ada aturan masing-masing," katanya usai solat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (1/11).

Sebagai menteri agama, Fachrul mengaku hanya memberikan penilaian bahwa cadar bukan tolak ukur ketakwaan seseorang.

"Itu bukan ukuran ketakwaan ya itu jelas itu," katanya.

Sebelumnya, Komisi VIII DPR akan menggelar rapat kerja dengan Menteri Agama Fachrul Razi pada Kamis (7/10). Dalam rapat itu juga akan dibahas usulan Menag soal larangan orang bercadar masuk instansi pemerintahan.

"Insya Allah kami akan mengundang Pak Menag pada Kamis depan. Isu-isu seperti ini tentu akan menjadi agenda kami untuk mengonfirmasi langsung kepada Pak Menteri, dasar pemikirannya melontarkan hal-hal yang menurut saya tidak produktif," kata Ketua Komisi VIII Yandri Susanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/10).

Yandri menilai usulan Fachrul terlalu tergesa-gesa serta menimbulkan kegelisahan di masyarakat. Karena itu, dia menyarankan Menag untuk bekerja sesuai tugas dan fungsinya saja.

"Oleh karena itu menurut kami sebaiknya Pak Menteri Agama, fokus saja tupoksi Kementerian Agama itu selama ini apa dan tidak terlalu cepat menyimpulkan suatu simbol-simbol dengan yang mau dilakukan oleh Pak Menteri," ungkapnya.

Rekomendasi