Mandi Hujan saat Banjir, Balita di Samarinda Hanyut

Hujan deras mengakibatkan banjir di sejumlah lokasi di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (3/4) siang. Peristiwa itu menelan korban jiwa seorang bocah berusia 4 tahun.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Mandi Hujan saat Banjir, Balita di Samarinda Hanyut
ilustrasi orang tenggelam. ©2016 Merdeka.com

Hujan deras mengakibatkan banjir di sejumlah lokasi di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (3/4) siang. Peristiwa itu menelan korban jiwa seorang balita berusia 4 tahun.

Balita bernama Khansa Nur Sabhira itu meninggal dunia seusai tercebur ke parit tak jauh dari rumahnya di kawasan Jalan KH Damanhuri, Gang Ogok, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda.

Peristiwa nahas itu terjadi saat hujan deras melanda dan memicu banjir di kawasan itu. Khansa diketahui mandi hujan bersama temannya di sekitar rumah.

"Benar. Sebelum kejadian, sekitar jam 14.40 siang tadi, korban lagi mandi hujan sama 5 temannya," kata Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang Iptu Ahmad Wira, saat dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (3/4) sore.

Namun nahas, korban belakangan terpeleset jatuh ke parit, dan terseret arus. "Warga mencari korban, dengan cara menelusuri parit. Jadi, sekira jam 15.20 korban ditemukan, berjarak sekitar 300 meter dari titik awal korban jatuh terpeleset," ujar Wira.

"Oleh warga, korban dibawa ke rumah sakit (RS Qurrata Ayyun). Benar, korban (dinyatakan) meninggal di rumah sakit. Sementara, ada 5 saksi kita minta keterangan, termasuk orang tua korban," terang Wira.

Sementara, Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Samarinda Riqi Effendi menerangkan, mereka langsung menuju lokasi setelah dapatkan informasi dari relawan dan warga.
"Jadi setelah ditemukan, korban dibawa ke Qurrata Ayyun menggunakan motor. Korban kondisi meninggal dunia," tutup Riqi.

Rekomendasi