Malam tahun baru ricuh, ini pembelaan Jokowi

Bahkan dibandingkan tahun lalu, Jokowi mengklaim tatanan PKI lebih rapi dan terkendali.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Malam tahun baru ricuh, ini pembelaan Jokowi
pesta kembang api hiasi langit bundaran hi. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Banyaknya orang yang memadati jalannya perayaan Jakarta Night Festival (JNF), membuat satpol PP hilang kendali dan nyaris ricuh. Tetapi Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo justru menganggap pagelaran JNF berlangsung lebih baik dibanding tahun kemarin."Namanya ratusan ribu mungkin jutaan. Yang paling penting semuanya aman. Nanti dilihat. Secara kualitas kalau dibanding tahun lalu saya kira lebih baik. Lebih terkelola,"jawab Jokowi di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (1/1).Bahkan dibandingkan tahun lalu, Jokowi mengklaim tatanan PKI lebih rapi dan terkendali."PKL lebih ter-manage di dalam tenda. Ada 450 PKL tapi tidak bertebaran kayak tahun kemarin. Panggungnya juga lebih terkelola. Ada janur-janur yang menunjukkan tradisi kita," tutur Jokowi.Meski demikian, selesai perhelatan ini Jokowi akan kembali mengevaluasi JNF."Kalau ini sudah rampung semua sudah selesai, biar dievaluasi." tutup diaSebelumnya, 3.600 Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tidak dapat mengamankan jalannya perayaan Jakarta Night Festival (JNF). Bahkan pengamanan terhadap Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini tampaknya sengaja dibuat bagus di awal saja. Pada pertengahan jalan tiba-tiba pengamanan hilang begitu saja."Memang koordinasi hanya terjadi di awal saja. Tetapi di pertengahan kita tiba-tiba tidak mendapat arahan apapun dari atas. Petugas pun tiba-tiba hilang begitu saja," ujar salah satu petugas Satpol PP yang tidak mau disebutkan namanya, Selasa (31/12).Petugas yang juga tengah mengawal Jokowi dan Ahok ini juga mengatakan bahwa semakin mendekati area Bunderan Hotel Indonesia (HI) tak hanya jumlah petugas Satpol PP yang berkurang, koordinasi dengan petugas yang mengawal Jokowi-Ahok di bagian depan dan belakang pun sontak hilang.Dengan demikian, mengakibatkan saat rombongan Jokowi Ahok saat sampai di Bunderan HI terhenti. Sehingga terjadi kericuhan yang mengakibatkan bentrokan antara warga dan petugas.Di depan Hotel Kempinsky kericuhan tak terelakkan lagi. Apalagi ketika barisan Satpol PP sudah tidak sanggup lagi mengamankan jalan untuk Jokowi dan Ahok. Warga dan petugas saling dorong hanya untuk dapat mendekati Gubernur dan Wakil Gubernur DKI.Koordinasi yang kacau akhirnya terjadi, petugas Satpol PP dan sejumlah petugas yang berseragam putih serta petugas Satpol PP yang menyebut dirinya sebagai barisan tentara keraton bala krama jayakarta hanya sibuk berteriak sembari memaki orang yang dianggap menghalangi jalan mereka. Namun, teriakan mereka tidak dibarengi dengan koordinasi pengamanan jalan.

Rekomendasi