Kediaman Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa di Jemursari, Surabaya, tiba-tiba ramai didatangi puluhan politikus perempuan yang berencana maju di Pemilu Legislatif 2019, Senin (30/7).
Rumah mantan Menteri Sosial ini sengaja dipilih untuk dijadikan arena diskusi bagi puluhan Caleg, di acara pelatihan Woman and Youth Development Institute of Indonesia (WYDII) dan WLP.
Direktur WYDII, Siti Nurjanah mengatakan, para politikus perempuan yang menjadi peserta pelatihan itu berasal dari berbagai partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2019.
"Ada sekitar 30 Caleg yang mengikuti pelatihan WYDII ini. Mereka (peserta) berangkat dari 10 partai politik. Ada dari PDI Perjuangan, Partai Demkorat, Golkar, PPP, pokoknya minus Berkarya dan PSI," kata Siti di sela diskusi.
Lalu kenapa rumah Khofifah yang dipilih sebagai tempat pelatihan? Siti mengaku, kalau pihaknya terinspirasi semangat dan kesuksesan Khofifah di panggung politik. "Beliau (Khofifah) menjadi role model karena mewakili kekuatan politik kaum perempuan," tegasnya.
Sementara Khofifah, dalam diskusi yang digelar di rumahnya itu berpesan, agar para politikus perempuan menjadikan kualitas diri sebagai modal utama.
"Saya selalu sampaikan, kalau Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) selalu bilang, be your self, be your self and do the best," tegas Khofifah.
Ketum PP Muslimat NU ini melanjutkan "Kalau kita menjadikan diri kita seperti orang lain, nanti kita sibuk mencari untuk mengidentifikasi apa yang bikin kita sama. Enggak usah begitu," imbaunya.
Para Caleg perempuan, kata Khofifah, juga memerlukan tim untuk membuat swot analysis. "Tim itu harus terbuka. Kalau kita sendiri yang bikin, kadang kurang tahu kelemahan dan kekuatan kita apa."
Tetapi, masih kata Khofifah, kalau tim yang dibuat itu banyak orang, maka, bisa membuat swot analysis sesuai dengan diri dan karakter masing-masing Caleg perempuan. "Akhirnya kita tahu kelemahan kita apa, dan kekuatannya apa," tandasnya.