Kasus tewasnya Gilang Endi Saputra (21), mahasiswa peserta diklatsar Menwa Universitas Sebelas Maret (UNS) hari Minggu lalu, menarik perhatian banyak pihak. Tidak terkecuali rekan kuliah Gilang di Kampus Kentingan yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UNS Surakarta.
Ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas mendatangi gedung rektorat untuk meminta kejelasan kronologi kematian mahasiswa semester 3 Program Studi (Prodi) Keselamatan dan Keselamatan Kerja (K3) Sekolah Vokasi (SV) UNS Senin (1/11).
Tidak hanya itu, mereka juga menuntut pertanggungjawaban Rektorat dan Korps Mahasiswa Siaga atau Resimen Mahasiswa (Menwa) atas kematian Gilang, serta pembubaran Menwa Batalyon 905 Jagal Abilawa UNS.
Aksi dimulai dari jalan umum depan Gedung SPMB UNS sekitar pukul 13.30 WIB. Mereka kemudian berjalan kaki ke depan pintu utama gedung rektorat. Sejumlah spanduk dan poster turut dibentangkan dalam aksi tersebut.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS, Zakky Musthofa Zuhad menilai selama ini kampus melakukan pembiaran terjadinya kekerasan di kalangan mahasiswa. Karena telah memberikan izin kegiatan yang dilakukan setiap tahun.
"Kampus ini secara birokrasi memberikan surat izin dan melakukan pembiaran pada kegiatan yang memiliki unsur kekerasan," tandasnya.
Karena pembiaran tersebut terjadi dari tahun ke tahun, pihaknya meminta Menwa untuk dibubarkan.
Keberadaan Menwa di UNS, menurutnya, sudah tidak relevan dengan dunia akademik. Organisasi ini banyak melakukan pelanggaran aturan. Salah satunya Peraturan Rektor No. 26/2020 tentang Organisasi Kemahasiswaan UNS.
"Ini terjadi pembiaran bertahun-tahun, harus dibubarkan. Kami tidak akan berhenti di sini. Kami akan berhimpun, berkonsolidasi juga dan membuat tim untuk berkompromi dengan tim evaluasi," terangnya.
Usai melakukan orasi, para mahasiswa membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 16.40 WIB. Perwakilan aksi bertajuk "Mengawal Kasus Meninggalnya GE Dalam Diksar UKM Resimen Mahasiswa Batalyon 905 Jagal Abilawa" itu juga diberikan kesempatan untuk bertemu dan mendengarkan penjelasan rektorat.