MA bantah penyebab hakim doyan selingkuh karena naik gaji

Dia mengatakan, faktor utama perselingkuhan hakim karena ada kesempatan.

Eko Prasetya
Oleh Eko Prasetya - Reporter
MA bantah penyebab hakim doyan selingkuh karena naik gaji
Ilustrasi selingkuh. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Creativa

Ketua Muda Pembinaan Mahkamah Agung Takdir Rahmadi membantah meningkatnya kasus hakim selingkuh karena kesejahteraannya yang membaik. Dia mengatakan, faktor utama perselingkuhan hakim karena ada kesempatan."Itu relatif, faktor kesempatan dan lingkungan yang paling utama," kata Takdir usai upacara pelantikan ketua muda pembinaan dan ketua kamar agama di Jakarta, Selasa (23/12).Menurut dia, masalah pembinaan hakim sebenarnya tidak kurang dari pelatihan kode etik hingga peningkatan kapasitas. Untuk itu, lanjut Takdir, pihaknya akan terus melakukan pembinaan terhadap hakim sehingga kasus pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH), terutama masalah selingkuh bisa ditekan.Sebelumnya, Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi Komisi Yudisial (KY) Eman Suparman mengatakan, sepanjang tahun 2014 pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) dengan jenis kasus perselingkuhan menempati peringkat teratas dari total 13 kasus yang diinventarisir KY. Parahnya, meningkatnya angka perselingkuhan hakim itu berkorelasi lurus dengan naiknya tunjangan gaji para penegak hukum tersebut."Tren itu memang kami simpulkan dari berbagai kasus yang terjadi, lebih banyak terjadi setelah tunjangan naik," katanya di auditorium KY, Jakarta, Senin (22/12).

Rekomendasi