Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji mengapresiasi Sertu Hendra serta tim penyelam lain yang berhasil menemukan FDR (Flight Data Recorder) bagian dari kotak hitam alias black box Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT610.
Tim penyelam Taifib atau Batalyon Intai Amfibi Korps Marinir menemukan black box pada hari keempat pencarian burung besi nahas tersebut yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.
KSAL melalui Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono berpesan agar tim penyelam tetap fokus dalam pencarian.
"Tetap bertugas dengan ikhlas dan fokus dalam membantu Tim SAR," kata Yudo usai black box ditemukan di Tanjung Karawang, Jawa barat, Selasa (1/10).
Sebelumnya, Black box ditemukan oleh sekitar pukul 9.30 di Tanjung Karawang, Jawa Barat. Sertu Hendra, penyelam TNI AL yang menemukan. Walaupun sempat putus asa, tim yakin bisa mendapatkan benda tersebut.
"Memang kami putus asa pada saat mengkuti alat karena pertama2 tama serpihan pesawat tidak banyak kami temukan hanya bongkahan kecil," kata Hendra.
Black box tersebut ditemukan di kedalaman 30 meter, Hendra merasakan arus kencang awal membelah dalamnya lautan.
"Dari alat yang kita dipinjamkan atau digunakan, kami percaya alat bahwa begitu kami turun arusnya kencang kemudian dengan keterbatasan kita menggunakan tali untuk tidak terlempar dan tidak terbawa arus karena tali tersebut agak menghambat, kami kembali lagi ke posisi awal untuk melepas tali," jelasnya.
Saat ditemukan, kata Hendra, kondisi black box masih dalam keadaan utuh. "Kondisi utuh kemudian hanya lecet-lecet dan terendam lumpur," tutur Hendra.