Kondisi darurat, beli bensin di Palu akan pakai cara konvensional

Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Palu dan Donggala bakal memakai cara tradisional dalam penyaluran. Nantinya pom bensin Pertamina bakal memakai gelas ukur dan tidak memakai alat seperti biasa.

Angga Yudha Pratomo
Oleh Angga Yudha Pratomo - Reporter
Kondisi darurat, beli bensin di Palu akan pakai cara konvensional
Gempa di Palu. ©2018 AFP PHOTO/BAY ISMOYO

Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Palu dan Donggala bakal memakai cara tradisional dalam penyaluran. Nantinya pom bensin Pertamina bakal memakai gelas ukur dan tidak memakai alat seperti biasa.

Cara ini diusulkan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) usai rapat koordinasi dengan Gubernur Sulawesi Tengah dan para menteri di Palu, Jumat (5/10). Selain menggunakan gelas ukur, nantinya rencananya juga akan disebar pom bensin mini di beberapa lokasi. Sehingga dapat mengurangi antrean di tiap pom bensin Pertamina.

"Pakai teknik zaman dulu, pakai drum. Jangan satu-satu dipasang. Konvensional dalam keadaan begini," tegas JK.

Dengan menerapkan cara manual, JK menyadari kondisi saat ini di Palu belum sepenuhnya pulih. Terutama masalah listrik. Ini salah satu pertimbangan pemerintah lantaran mesin pom bensin selama ini harus menggunakan daya listrik untuk menyalurkan tiap liter ke kendaraan.

"Listrik belum tentu menyala semua. Harus ada tahapannya. Bukan saja itu, kalau satu per satu begini butuh delapan jam untuk antre," ujarnya.

Untuk mendapatkan BBM di Kota Palu memang harus melalui perjuangan panjang. Para warga harus rela antre hingga berjam-jam. Misalnya untuk kendaraan roda empat, antrean bisa sepanjang satu kilometer dan butuh waktu di atas delapan jam.

Rekomendasi