Kisah Haru Para Tenaga Kesehatan, Niat Mengabdi Muluskan Izin Merawat Pasien Covid

Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat sudah menampung ribuan pasien positif Covid-19 sejak diresmikan. Kegiatan yang sangat padat ini tentunya memerlukan jumlah tenaga kesehatan yang tidak sedikit.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
Kisah Haru Para Tenaga Kesehatan, Niat Mengabdi Muluskan Izin Merawat Pasien Covid
Komandan lapangan RSDC Wisma Atlet Letkol Laut Muhamad Arifin, Dokter RSDC Wisma Atlet Aulia Giffari. ©2020 Merdeka.com

Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat sudah menampung ribuan pasien positif Covid-19 sejak diresmikan. Kegiatan yang sangat padat ini tentunya memerlukan jumlah tenaga kesehatan yang tidak sedikit.

Seorang dokter muda, Aulia Giffarinnisa, mengajukan diri menjadi dokter di RSDC Wisma Atlet, Kemayoran. Namun, keinginannya untuk mengabdi ini awalnya tak mudah. Sebab harus terlebih dahulu meyakinkan kedua orang tuanya.

"Dari April 2020 sudah ingin bergabung, tapi belum ada izin dari orang tua. September baru dapat izin, dan akhirnya bergabung ke Wisma Atlet," kenang Aulia dalam forum Dialog Produktif dengan tema 'Berjuang dan Berbakti Menyembuhkan Negeri dari Pandemi' di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), ditulis Senin (16/11).

Hal sama juga dialami Lia Gustina, seorang perawat asal Lampung yang juga mengajukan diri menjadi suster di RSDC Wisma Atlet Covid-19. Awalnya, niat baik Lia juga tidak mendapat restu orangtua.

"Awalnya, saya merasa terpanggil saja. Saya ingin tahu bagaimana sebenarnya terjun ke sana, apa benar menakutkan seperti di berita. Keluarga juga melarang, apalagi saya punya dua anak kecil. Awalnya tidak dapat izin, tapi karena tekad saya keras, saya memaksa ingin berangkat, akhirnya keluarga mengizinkan," ceritanya.

Meski penuh risiko, para tenaga kesehatan dan relawan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kesembuhan para pasien. "Kalau misalnya sudah 2 bulan, sudah di-swab berkali-kali, dan hasilnya dinyatakan negatif, pasien berterima kasih. Kalau sudah begitu, kita rasanya gimana gitu," ucap dr Aulia menceritakan kebahagiaannya selama berada di RSDC Wisma Atlet Kemayoran.

Rekomendasi