Khofifah bakal perkuat koperasi sapi perah buat kesejahteraan warga Jatim

Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengawali lawatannya di Pasuruan dengan mengunjungi pasar tradisional Nongkojajar. Bersama warga, Khofifah menyusuri lorong-lorong pasar menyapa pedagang dan pembeli di pasar itu.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
Khofifah bakal perkuat koperasi sapi perah buat kesejahteraan warga Jatim
Khofifah. ©2018 Merdeka.com

Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengawali lawatannya di Pasuruan dengan mengunjungi pasar tradisional Nongkojajar. Bersama warga, Khofifah menyusuri lorong-lorong pasar menyapa pedagang dan pembeli di pasar itu.

Khofifah kemudian mengunjungi Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan yang berada di depan Pasar Negkojajar. Khofifah menyaksikan proses pengolahan susu sapi murni yang didapat dari petani sekitar wilayah Pasuruan.

Menurut Khofifah, susu produksi koperasi setia kawan ini berpotensi menjadi tulang punggung perekonomian Kabupaten Pasuruan. Selain itu, masyarakat bisa lebih berdaya dengan kerjasama keanggotaan hasil ternak, yakni susu.

Meski demikian, produksi susu Koperasi Setia kawan disebut masih perlu ditingkatkan. KPSP Setia Kawan saat ini memiliki 9.300 anggota dengan jumlah sapi sekitar 18.000-an ekor.

"Maka dengan pemetaan seperti ini sangat mudah sebetulnya untuk disiapkan kesanggupan masing-masing keluarga. Masing-masing saya kira antara 7 dan 10 ekor itu baru bisa survive dan sejahtera dari sapi perah," kata Khofifah.

Dia mengatakan untuk menjadikan sapi penghasil susu lebih produktif perlu bibit unggulan. Dirinya berkomitmen menyediakan bibit unggulan sapi perah melalui subsidi pemerintah. Dengan pembibitan sapi unggulan, produksi sapi bisa lebih meningkat dan berpotensi menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

"Jadi pembenihan sapi menjadi penting, supaya bibit-bibit sapi yang ada di daerah termasuk yang Nongkojajar itu bibit unggul yang kira-kira satu ekor itu katakanlah bisa 15-25 liter per hari. Satu, dari produksinya. Kedua, dari jumlah hewannya sendiri. Kalau satu keluarga bisa jadi sampai tujuh ekor rasanya kesejahteraan itu sudah di depan mata," katanya.

Sektor manajemen juga menjadi perhatian jika ingin mendorong koperasi sebagai soko guru ekonomi masyarakat. Koperasi, dijelaskan Khofifah perlu meluaskan pasar dan menjalin kerja sama yang lebih luas untuk bisa bersaing dengan industri alias korporasi.

"Koperasi ini penting, dua hari lalu saya ke Bojonegoro saya menemukan koperasi yang sudah menjadi korporasi. Saya rasa ini juga Koperasi Sapi Perah sudah menjadi korporasi," katanya.

Dia mengatakan, pemerintah memiliki peran untuk mendorong pengembangan pasar produk koperasi layaknya korporasi. Dengan sistem kerjasama ini, petani bisa mendapat benih unggulan untuk pengembangan sapi perah atau hasil ternak.

"Jadi rasanya harus lebih menjalin partnership lebih strategis antara pemerintah dan pelaku gerakan koperasi. Artinya sebetulnya dengan partership pemerintah dengan beberapa negara, bisa New Zaeland, bisa Australia untuk sapi perah ini agar pembibitannya bagus. Kita bisa dapat benih dan bagaimana petani sapi perah itu mendapat support tambahan dari yang mereka kelola hari ini," katanya.

Komitmen Khofifah-Emil memberdayakan UMKM dan koperasi termaktub dalam Nawa Bhakti Satya, Jatim Sejahtera. Bhakti ke-7 tersebut menawarkan program khusus untuk melindungi pelaku usaha kecil dan menengah demi memperkuat ekonomi kerakyatan yang berbasis UMKM, koperasi.

Halaman
Rekomendasi