Ketua DPD Irman Gusman membenarkan dirinya ditangkap KPK di kediamannya pada Sabtu dini hari tadi. Namun, dia membantah menerima suap dari seseorang."Saya memang menerima tamu dan dari ribuan tamu yang pernah saya terima selalu ada saja yang datang dengan motif minta tolong dan juga membawa sesuat," kata Irman dalam siaran pers. Pernyataan itu juga ditulis dalam akun Twitter miliknya @IrmanGusman_IG, Jumat (17/9).Irman mengaku tidak bisa menolak orang datang bertamu dan minta tolong. Selain itu, dia juga tidak bisa melarang orang membawa sesuatu."Maka terhadap tamu yang datang pada hari ini (ada beberapa), mungkin saja ada yang membawa uang. Tapi saya berhak menolak dan telah saya tolak," ucapnya.Lebih lanjut, Irman menganggap KPK terlalu dini mengumumkan status uang itu sebagai suap dan menetapkan sebagai penerima. "Saya meminta semua tenang sampai ada klarifikasi lebih lanjut. Sungguh ini perbuatan jahat dan fitnah kepada saya dan keluarga saya," kata dia.Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencokok seorang anggota DPD RI berinisial IG di rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu dini hari. IG ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana korupsi bersama dengan seorang pengusaha. Diduga IG mengarah ke ketua DPD Irman Gusman.Anggota DPD asal Sulawesi Barat Asri Anas membenarkan kabar operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Dia menyebut selain IG, ada seorang pengusaha dan seorang perempuan yang diamankan lembaga antirasuah."Selain IG ada pengusaha dua orang dan seorang perempuan dan ajudan IG," kata Anas saat dikonfirmasi, Jakarta, Sabtu (17/9).
Ketua DPD Irman Gusman benarkan ditangkap KPK, bantah terima suap
Ketua DPD Irman Gusman benarkan ditangkap KPK, bantah terima suap. Irman mengaku tidak bisa menolak orang datang bertamu dan minta tolong. Selain itu, dia juga tidak bisa melarang orang membawa sesuatu. "Tapi saya berhak menolak," kata dia.
Advertisement
Rekomendasi