Keluarga Fadly Satrianto, extra crew Sriwijaya Air SJ-182, diselimuti duka mendalam. Fadly turut serta dalam pesawat yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1).
Sang kakak, Juan Setadi menceritakan kisahnya dengan Fadly di akhir Desember 2020. Sang adik sempat mengajak tiga generasi keluarga untuk berfoto bersama.
"Pada akhir bulan Desember beliau mengajak tiga generasi keluarga yang isinya cowok semua untuk berfoto bersama. Kami baru sadar ini mungkin firasat dari beliau," katanya, Minggu (10/1).
Fadly merupakan sosok yang dikenal periang dan sangat dekat dengan kedua orang tuanya. "Adik saya yang nomor tiga ini periang. Beliau paling rame dibanding kami semua dan paling dekat dengan ibu," tambahnya.
Selain dikenal periang, alumnus Fakultas Hukum Universitas Airlangga tahun 2011 itu juga dikenang sebagai sosok pekerja keras dan tekun untuk meraih cita-citanya.
Sebelum bekerja di Nam Air, Fadly pernah menjadi kru kantor di maskapai Boeing. Dia mendapatkan kesempatan pendidikan selama 1 tahun sebagai co-pilot.
Diketahui, Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pontianak mengalami kecelakaan, Sabtu (9/1). Sesaat setelah terbang, pesawat tersebut hilang kontak dengan menara kontrol.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-CLC itu total membawa 12 kru dan 50 penumpang, tujuh di antaranya anak-anak dan tiga lainnya bayi. Hingga saat ini, bangkai pesawat tersebut masih dalam proses pencarian di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.