Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Keluarga Wanita Korban Pembunuhan di Samarinda Minta Pelaku Dihukum Mati

Keluarga Wanita Korban Pembunuhan di Samarinda Minta Pelaku Dihukum Mati Rekonstruksi kasus pembunuhan wanita di Samarinda. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Juwanah, wanita 25 tahun di Samarinda, Kalimantan Timur, tewas mengenaskan. Dia dibunuh rekan kerjanya sendiri, Rendi Sardani (35). Perbuatan Rendi dinilai sadis dan pantas dihukum seberat-beratnya.

Sejak pagi hingga menjelang tengah hari, Selasa (12/10), merdeka.com mengikuti 42 adegan rekonstruksi yang digelar kepolisian, dan diperagakan tersangka Rendi.

Terlihat sosok pria berusia paruh baya duduk bersandar di depan mobil yang terparkir di halaman parkir Mapolresta Samarinda. Jaraknya sekitar 15 meter dari Rendi yang sedang merekonstruksi pembunuhan itu.

Pria itu adalah Subani (56). Bermasker, tatapannya begitu fokus melihat Rendi, yang saat itu mengenakan baju tahanan polisi. Meski area parkir markas polisi itu terbuat dari beton paving block begitu menyengat seiring terik matahari saat itu, pandangan Subani tidak surut.

Merdeka.com menghampiri Subani. Dia mencoba tetap tegar. Meski matanya terlihat berkaca-kaca usai ditinggal putrinya, Juwanah, belum genap sebulan ini.

"Sedih. Ya, sedih lah," kata Subani, sambil menyeka air matanya saat mengawali perbincangan bersama merdeka.com usai rekonstruksi.

Suara Subani terbata-bata. Dia seakan masih tidak percaya, Rendi tega membunuh putrinya. "Saya perhatikan dari awal (peragaan 42 adegan). Perempuan kok diperlakukan, dibunuh kayak gitu," ucapnya lirih.

Safni (64), mantan mertua Juwanah ikut melihat langsung rekonstruksi Rendi. Dari rembug keluarga meminta Rendi dihukum seberat-beratnya, dan seadil-adilnya.

"Permintaan keluarga korban, dengan adegan sampai lebih 40 adegan ini, kalau bisa dari kami keluarga korban berharap hukuman diberikan seberat-beratnya kepada pelaku," ungkap Safni.

"Kalau perlu lebih, hukuman mati. Karena ini sadis dan berencana. Korban ini satu-satunya dan menjadi tulang punggung keluarga," cerita Safni.

Di dalam mobil Avanza silver bernomor polisi KT 1938 MH di sekitar Safni dan Subani, ada sosok gadis kecil yang tak lain putri dari almarhum Juwanah. "Itu putrinya. Jadi kami harap hukuman seberat-beratnya, setimpal, sesuai dengan perbuatannya," kata Safni menunjuk ke gadis kecil itu.

Subani pun berjalan hendak memasuki mobil itu, dan merdeka.com kembali bertanya kepada Subani tentang aktivitasnya sehari-sehari bersama sang cucu dari putrinya Juwanah itu.

"Dulu kerja sawit. Sekarang tidak dipakai lagi karena kita sudah tua," ucap Subani singkat.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP