Keluarga Bripda Taufan kutuk aksi bom bunuh diri Kampung Melayu

Keluarga Bripda Taufan kutuk aksi bom bunuh diri. Menurut keluarga, bom bunuh diri perbuatan biadab dan tidak manusiawi, aksi yang jahat dan kejam. Keluarga minta polisi mengusut jaringan teroris yang telah merenggut nyawa Taufan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Keluarga Bripda Taufan kutuk aksi bom bunuh diri Kampung Melayu
Rumah duka Bripda Taufan polisi korban tewas bom Kampung Melayu. ©2017 Merdeka.com

Bripda Taufan Tsunami meninggal dunia dalam serangan teror aksi bom bunuh diri di Kampung Melayu, kemarin. Keluarga mengutuk aksi bom bunuh diri yang telah merenggut hidup Taufan.

"Itu perbuatan yang sangat biadab, dan tidak manusiawi," ujar paman Taufan, Obing Riandi (52) di rumah duka, RT 2 RW 10, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Kamis (25/5).

Dia menceritakan, saat kejadian keponakannya ditugaskan menjaga keamanan di sekitar halte tersebut. Saat Taufan menjalankan tugas negara, bom bunuh diri meledak dan merenggut nyawanya.

"Itu aksi yang sangat jahat, dan kejam. Kami minta polisi mengusut terus jaringan (teroris) ini," kata Obing.

Jenazah Bripda Riandi dimakamkan di TPU Pondok Ranggong hari ini sekitar pukul 11.00 WIB secara kedinasan. Tampak hadir dalam pemakaman Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Suntana, dan sejumlah perwira menengah, maupun ratusan bintara polisi.

Rekomendasi