Kelaparan tengah malam, tak punya uang Dedi curi kotak amal

Saya bangun pukul 01.30 WIB malam dan terasa lapar tadi kebetulan enggak punya uang," kata Dedi.

Fariz Fardianto
Oleh Fariz Fardianto - Reporter
Kelaparan tengah malam, tak punya uang Dedi curi kotak amal
Taruna pelayaran curi kotak amal. ©2014 Merdeka.com/Fariz

Dedi Permana Putra Arief, seorang taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Kota Semarang, Jawa Tengah, bonyok dihajar warga yang memergokinya menggondol kotak amal di Masjid Nurul Huda di Jalan Hasanudin, Semarang Utara.Aksi pencurian yang dilakukan taruna tingkat III di sekolah pelayaran itu terjadi pada Senin (3/11) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari kemarin. Dedi nekat nyolong kotak amal lantaran kelaparan usai bangun tidur."Jadi, saat itu saya habis bangun tidur di sebuah warnet. Saya bangun pukul 01.30 WIB malam dan terasa lapar tadi kebetulan enggak punya uang," kata pria 22 tahun itu, saat dibawa petugas ke Mapolrestabes Semarang, Jawa Tengah, Kamis (6/11).Saking laparnya, Dedi kemudian jalan-jalan dan tak jauh dari lokasi warnet. Dia lalu melihat Masjid Nurul Huda dalam kondisi sepi. Ketika itu, dia hanya melihat ada seorang warga terlelap tidur di serambi masjid."Karena kondisinya sepi, saya langsung masuk ke dalam masjid. Di situ, saya lihat ada satu kotak amal berukuran sedang lalu saya gotong keluar melalui pintu belakang masjid," ujarnya.Namun, aksi Dedi mencuri kotak amal tersebut ternyata tepergok warga yang kebetulan ada di belakang masjid. Warga yang memergoki ulahnya langsung menghajarnya berulang kali."Sempat saya bawa ke belakang masjid tapi ketahuan warga dan dipukuli di bagian muka. Hidung saya berdarah saat ditonjok beberapa kali," kata taruna Jurusan Teknik asal Ambarawa itu.Usai bonyok dihajar warga, pelaku lantas digiring ke kantor polisi terdekat. Dari tangan pelaku, petugas mengamankan kotak amal yang telah dicongkel gemboknya berisi uang sekitar Rp 300 ribu. Saat ini petugas tengah mendalami modus maling kotak amal tersebut.

Rekomendasi