Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kejati & Polda NTB koordinasi usut dugaan pemotongan benih bawang putih

Kejati & Polda NTB koordinasi usut dugaan pemotongan benih bawang putih bawang putih. merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Kasus dugaan pemotongan jatah benih bawang putih ke petani di Kabupaten Lombok Timur masih terus diusut. Kini, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggandeng Polda NTB dan menyerahkan proses hukum yang ada.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTB Ery Arianto Harahap di Mataram, Rabu, mengatakan, kepercayaan itu diberikan setelah pihaknya mendengar kabar bahwa Polda NTB saat ini sedang turun lapangan untuk mengumpulkan data.

"Kalau sudah ditangani pihak Polda NTB, penanganannya kita percayakan ke sana," kata Ery Arianto, Kamis (31/5).

Ery mengakui sejumlah petani bersama kelompok pemuda Sembalun, pada awal bulan pernah datang berkunjung ke Kantor Kejati NTB.

"Memang waktu itu ada yang datang, tapi bahasanya baru sebatas konsultasi," tuturnya.

Saat itu, Kejati NTB meminta masyarakat petani menyusun laporan dengan melampirkan bukti penyimpangan dalam realisasi program swasembada bawang putih lokal tahun 2017 di Kabupaten Lombok Timur.

Karena itu, jika masyarakat petani kembali datang dan membuatkan laporan, pihaknya dikatakan akan memberikan saran agar laporannya disampaikan ke Polda NTB.

"Jadi kalau ada laporannya masuk, akan kita tolak, kita arahkan ke Polda NTB. Karena setahu saya persoalan ini sudah duluan ditangani di sana, jadi tidak mungkin Kejati NTB turun juga," ucapnya.

Sementara itu, Polda NTB telah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) dengan mewawancarai sejumah kelompok tani dan pihak Dinas Pertanian (Distan) setempat guna memastikan dugaan perbuatan melawan hukum dalam kasus ini.

Informasi dihimpun, ada 350 ton benih bawang putih lokal dibagikan kepada 181 kelompok tani yang tersebar di 18 desa se-Kabupaten Lombok Timur.

Dengan luasan yang berbeda-beda, setiap kelompok tani mendapatkan kuota benih lokal bersama dengan paket pendukung hasil produksinya, mulai dari mulsa, pupuk NPK plus, pupuk hayati ecofert, pupuk majemuk, dan pupuk organik.

Benih bawang putih lokal sebanyak 350 ton dibeli dari hasil produksi petani di Kecamatan Sembalun pada periode panen pertengahan tahun 2017.

Benih bawang putih lokal dibeli pemerintah melalui salah satu BUMN yang dipercaya sebagai penangkar, pembeliannya menggunakan anggaran APBN-P 2017 senilai Rp 30 miliar.

Sayangnya, saat penyaluran bantuannya di akhir tahun 2017, banyak kelompok tani yang mengeluh tidak mendapatkan jatah sesuai data. Bahkan ada sebagian dari kelompok tani yang tidak sama sekali kebagian jatah.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP