Kaum LGBT yang ketahuan di Banda Aceh akan ditangkap
Merdeka.com - Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT) dinilai merusak moral anak bangsa. Sebab, fenomena ini bertentangan dengan prinsip agama mana pun. Oleh sebab itu, pemuda di Banda Aceh diharapkan menjadi yang terdepan untuk menolak keberadaan fenomena tersebut.
"Saya berharap para pemuda bangkit untuk berada di garda depan dalam menjaga gampong. Khusus soal LGBT," kata Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, Selasa (23/2) malam saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad di Masjid Al-Muttaqin, Gampong Peunayong.
Illiza meminta kepada pemuda untuk mendeteksi keberadaan LGBT serta melakukan pendataan. Nantinya Pemprov Banda Aceh akan membina mereka agar kembali ke jalan yang benar.
Menurut Illiza, misi utama yang dibawakan oleh Nabi Muhammad SAW adalah untuk memperbaiki akhlak manusia. Namun seiring dengan perkembangan zaman, kata dia, persoalan moral sudah sangat mengkhawatirkan, mulai dari anak punk, aliran sesat, hingga fenomena LGBT yang akhir-akhir ini mencuat.
"Iman hilang di dalam dada itu persoalan serius. Sejatinya hidup itu adalah pilihan, tinggal kita mau memilih jalan yang baik atau jalan yang buruk," tukasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya