Kapolri: Yang tidak mendukung Asian Games berkhianat pada Bangsa

Tito juga mengklaim anak buahnya telah menangkap lebih dari 2.000 penjahat jalanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Lampung. Penangkapan dilakukan melalui operasi cipta kondisi dalam rangka menyambut Asian Games.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Kapolri: Yang tidak mendukung Asian Games berkhianat pada Bangsa
Kapolri Tito Karnavian di Mako Brimob. ©2018 Merdeka.com/Nur Habibie

Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta seluruh masyarakat mendukung Asian Games 2018 dengan menjaga ketertiban dan keamanan. Dia menyebut, siapa yang tidak mendukung Asian Games berjalan dengan baik sama saja berkhianat terhadap bangsa.

"Ini menyangkut nama baik bangsa dan negara, sehingga setiap orang yang merasa bangsa dan negara harus berkontribusi. Paling tidak, tidak mengganggu, mengamankanlah. Kalau tidak mendukung artinya berhianat terhadap bangsa," ujar Tito di PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (7/8).

Tito menuturkan, Polri memiliki empat fokus utama dalam mengamankan pelaksanaan Asian Games di Jakarta dan Palembang. Empat konsentrasi tersebut yakni masalah terorisme, kemacetan, kejahatan jalanan, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Mantan Kapala Densus 88 Anti-teror Polri itu mengklaim, pihaknya telah menangkap 283 terduga teroris pasca-bom bunuh diri di Surabaya. Dia menegaskan akan terus menangkap orang-orang terkait kasus terorisme.

Tito menyebut, kemacetan tidak menjadi perosalan utama penyelenggaraan Asian Games di Palembang. Apalagi LRT di Palembang yang mampu mengangkut hingga 400 orang diklaim dapat menekan peningkatan volume kendaraan.

Sementara di Jakarta, Polri bersama stakeholder terkait telah menerapkan sejumlah kebijakan untuk meminimalisir kemacetan. Selain kebijakan perluasan ganjil genap, Pemprov DKI juga meliburkan beberapa sekolah.

"Tapi prinsip kita maksimal lah untuk melakukan pengawalan," ucap mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Tito juga mengklaim anak buahnya telah menangkap lebih dari 2.000 penjahat jalanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Lampung. Penangkapan dilakukan melalui operasi cipta kondisi dalam rangka menyambut Asian Games.

Persoalan karhutla juga diklaim tertangani dengan baik. Polri bersama TNI dan stakeholder terkait telah melakukan langkah preventif dengan baik. Tito memastikan, penyelenggaraan Asian Games tidak terganggu asap dampak karhutla.

"Ini mudah-mudahan dengan upaya kita ini keamanan bisa kita atasi, Insya Allah. Saya minta dukungan semua pihak karena sudah menyangkut bangsa dan negara, bukan menyangkut pemerintah, polisi apalagi," Tito menandaskan.

Reporter: Nafiysul Qodar
Sumber : Liputan6.com

Rekomendasi