Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jumlah KPK RI dengan KPK Korsel dan Hongkong kalah jauh

Jumlah KPK RI dengan KPK Korsel dan Hongkong kalah jauh Ilustrasi KPK. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini kedatangan ketua dewan pertimbangan presiden (wantimpres) Sri Adiningsih dan anggota wantimpres Sidarto Danusubroto. Kedatangan wantimpres ke KPK untuk berdiskusi perihal kedudukan KPK di Indonesia dengan dua negara Asia yakni Korea Selatan dan Hongkong.

Sidarto mengatakan perbedaan KPK RI dengan KPK di kedua negara tersebut sangatlah jauh, terutama di bidang Sumber Daya Manusianya. Jumlah penyidik di KPK Indonesia tertinggal jauh dari Korea Selatan dan Hongkong.

"Kita tadi discuss dengan beliau (pimpinan KPK) penyidik nya cuma 150 orang sedangkan Hongkong 1.200 orang," ujar Sidarto di gedung KPK, Kamis (14/7).

Kunci keberhasilan kedua negara tersebut menurut dia adalah integritas yang kuat dipegang teguh bagi seluruh masyarakatnya dan menargetkan pemerintahan mereka zero gross corruption yang artinya tidak ada korupsi dalam pemerintahan mereka.

Selain itu, lanjut Sidarto, integritas keduanya dalam menjaga antikorupsi menjadi sangat penting terhadap investor.

"Bagi Hongkong dan Korea yang tidak punya sumber daya alam integrity adalah kunci keberhasilan mereka sebagai negara maju karena dipercaya dunia investor juga percaya. Kita harapkan indonesia juga ke arah sana nanti," pungkasnya.

Hubungan antara KPK dengan Polri dan kejaksaan juga disoroti olehnya saat dia melakukan kunjungan ke Hongkong dan Korea beberapa waktu lalu. Menurutnya sudah seharusnya ketiga aparat penegak hukum ini bisa bersinergi satu sama lain tanpa adanya upaya saling melemahkan kinerja lembaga masing-masing.

"Ini yang kita harapkan polisi yang kuat jaksa yang kuat KPK yang juga kuat," pungkasnya. (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP