Presiden Joko Widodo mengungkapkan duka cita atas musibah meninggalnya ratusan jemaah haji akibat berdesakan saat akan melakukan lontar jumrah di Mina, Arab Saudi Kamis (24/9) kemarin. Jokowi berharap insiden ini tidak terjadi lagi di masa mendatang."Presiden sudah sampaikan duka cita terhadap peristiwa Mina. Presiden berharap ini tidak terjadi lagi. Ini kan sudah berkali-kali," ujar Kepala Staf Presiden Teten Masduki di Istana, Jakarta Pusat, Jumat (25/9).Oleh karena itu, lanjut Teten, pemerintah Indonesia akan melakukan pembicaraan dengan Arab Saudi mengenai hal ini. Supaya tragedi di Mina tidak terulang kembali."Tentu saja pemerintah berkepentingan untuk bicara dengan pemerintah Saudi, untuk mereka memastikan pengelolaan hajinya juga memberikan keamanan dan keselamatan jemaah haji kita," jelasnya.Tak hanya itu, kata Teten, pemerintah juga akan terus melakukan perbaikan pengelolaan haji di Tanah Air. Baik itu dari segi administrasi ataupun pendampingan jamaah haji ketika berada di Tanah Suci."Bukan hanya pada administrasinya tapi juga pendampingan haji kita di sana. Kemarin kita lihat, ada perubahansuhu, dehidrasi, ketidaktertiban di sana, beruntung kemarin peserta haji kita cukup disiplin ya," terangnya.Untuk penyebab terjadinya insiden di Mina, lanjut Teten, Menteri Agama dan Menteri Luar Negeri akan terus koordinasi dengan Arab Saudi. Secara resmi, memang belum disampaikan dari Arab Saudi ke pemerintah Indonesia mengenai penyebab tragedi di Mina.Seperti diketahui, ratusan jamaah haji wafat di Mina. Di antaranya tiga orang jemaah haji asal Indonesia ikut menjadi korban dalam insiden lempar jumrah berdarah di Mina.Korban meninggal yang sudah bisa dikenali adalah Hamid Atwi Tarji Rofia (51 tahun) asal Kloter Surabaya (SUB) 48, laki-laki, Probolinggo 3 Mei 1964, maktab 2, nomor paspor B1467965.Kemudian, Busyaiyah Sahel Abdul Gafar (50 tahun) asal Kloter Batam (BTH) 14, maktab 1, nomor paspor A2708446. Sedangkan satu orang jemaah haji asal Indonesia lagi masih kritis.
Jokowi janji benahi pendampingan jemaah haji asal Indonesia di Saudi
Presiden berharap tragedi Mina tidak terjadi lagi.
Rekomendasi