Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyetujui rencana pembangunan terowongan bawah tanah untuk menghubungkan antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Dia menjelaskan terowongan tersebut akan membangun akses jalan antara umat beragama.
"Ada usulan dibuat terowongan dari Masjid Istiqlal ke Katedral. Tadi sudah saya setujui," kata Jokowi usai meninjau revitalisasi Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (7/2).
Nantinya terowongan tersebut akan jadi lambang silaturahmi antara umat beragama. Sehingga tidak ada bersebrangan satu sama lain dan bisa membantu saat hari besar keagamaan.
"Sekalian sehingga ini menjadi sebuah terowongan silaturahmi. Tidak kelihatan berseberangan tapi silaturahmi. Terowongan bawah tanah," ungkap Jokowi.
Advertisement
Masjid Istiqlal Rampung Sebelum Ramadan
Mantan Wali Kota Solo tersebut juga berharap revitalisasi Masjid Istiqlal rampung dan dapat digunakan sebelum Ramadan. Sehingga para jamaah bisa salat tarawih dan Idul Fitri.
"Sudah. Insyaallah sudah selesai," kata Jokowi.
Jokowi menjelaskan anggaran untuk merevitalisasi masjid Istiqlal yaitu sekitar Rp475 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk memperbaiki, memoles lantai, mengganti karpet, hingga menambah basement.
"Sehingga nanti parkir tidak masuk ke sini. Ini batas suci di sini. Juga pembangunan landscape di luar, bukan hanya interior, eskterior semuanya dibangun," kata Jokowi.